Latae sententiae
Latae sententiae adalah istilah Bahasa Latin yang digunakan di dalam Hukum Kanon Gereja Katolik Roma yang berarti secara harafiah "dijatuhi hukuman".
![]() |
| Bagian dari seri tentang |
| Hukum Kanonik Gereja Katolik |
|---|
|
|
Secara resmi, sebuah hukuman latae sententiae secara langsung terjadi begitu hukum dilanggar.[1] Sebuah hukuman latae sententiae bisa berbentuk salah satu dari tiga hal berikut: ekskomunikasi, interdiksi, atau penangguhan. Ekskomunikasi melarang dilakukannya hak-hak pembaptisan tertentu, dan bisa melibatkan pelarangan keikut-sertaan dalam acara-acara liturgi dan kepengurusan Gereja, dan pelarangan penerimaan rahmat-rahmat gereja.[2][3] Sebuah interdiksi melibatkan pelarangan-pelarangan liturgis seperti ekskomunikasi, naun tidak memengaruhi keikut-sertaan di dalam kepengurusan gereja.[4] Penangguhan, yang memengaruhi hanya para anggota pengurus gereja, memengaruhi seluruh atau sebagian kuasa memerintah, kepengurusan, atau fungsi yang melekat pada suatu jabatan tertentu.[5]
Dalam undang-undang Hukum Kanon Katolik Roma yang berlangsung sekarang, terdapat delapan situasi dimana seseorang bisa menerima ekskomunikasi latae sententiae. Kecuali kondisi pengecualian yang ada di kanon 1321-1330[6] dapat dibuktikan, orang-orang dibawah ini menerima ekskomunikasi latae sententiae:
- seseorang yang murtad dari iman, seorang pengikut ajaran yang menentang ajaran gereja, atau suatu gerakan yang memecah gereja (skisma);[7]
- seseorang yang membuang benda-benda Ekaristi yang telah diberkati atau yang mengambil dan menyimpannya semua untuk tujuan yang mencemarkan kesuciannya;[8]
- seseorang yang menyerang Sri Paus secara fisik;[9]
- Imam, yang bertindak melawan ketentuan kan. 977 {Absolusi terhadap rekan-berdosa (absolutio complicis) dalam dosa melawan perintah keenam Dekalog adalah tidak sah, kecuali dalam bahaya maut}, terkena ekskomunikasi latae sententiae yang direservasi bagi Takhta Apostolik.;[10]
- seorang uskup Gereja Katolik yang mentahbiskan seseorang menjadi uskup tanpa mandat Sri Paus, dan seseorang yang menerima pentahbisan darinya;[11]
- seorang penerima pengakuan dosa yang secara langsung melanggar kerahasiaan pengakuan dosa yang sangat suci;[12]
- seseorang yang mengadakan suatu aborsi yang lengkap;[13] dan
- para pelanggar hukum yang tidak berkenaan dengan hukum yang membentuk ekskomunikasi latae sententiae namun tanpa peran mereka pelanggaran terhadap hukum ini tidak akan terjadi.[14]
Pihak-pihak lain yang menerima ekskomunikasi berdasarkan dekret kepausan diantaranya adalah:
Referensi
- "Can. 1314". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1331". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Excommunication". Catholic Encyclopedia. New Advent. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1332". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1333". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Cann. 1321-1330". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1364". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1367". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1370". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1378". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1382". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1388". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1398". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- "Can. 1329". Code of Canon Law. Diakses tanggal 2008-06-01.
- John Paul II. "Universi Dominici Gregis". Diakses tanggal 2008-06-01.
- Vatican says will excommunicate women priests | International | Reuters
