Masjid As-Suqya

Masjid As-Suqya (bahasa Arab: مسجد السقيا) adalah sebuah masjid yang terletak di Madinah, Arab Saudi. Masjid ini dibangun di tempat kubah Nabi ketika keluar menuju Pertempuran Badar,[1][2] dan ditempat inilah turun firman Allah Surat al-Anfal ayat 8-7: Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir. Nabi salat di tempat ini dan mendoakan keberkahan untuk penduduk Madinah. Diceritakan pula bahwa Umar bin Khattab memohon hujan dengan minta didoakan oleh Abbas bin Abdul Muthalib di tempat ini.

Masjid As-Suqya
Informasi umum
LetakMadinah, Arab Saudi
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitekturMasjid
Spesifikasi
Kapasitas10000.
Kubah3

Do'a Nabi ditempat ini

Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin 'Umar telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari 'Abdullah bin Abu Qatadah dari Abu Qatadah bahwa Rasulullah berwudhu kemudian shalat di tanah Sa'ad di Ashlul Hurroh di rumah-rumah pemberi air minum kemudian dia bersabda: "Ya Allah! Sesungguhnya Ibrahim adalah kekasih, hamba,dan nabi-Mu, ia berdoa untuk penduduk Makkah, dan aku Muhammad hamba, Nabi, dan rasul-Mu, aku berdoa untuk penduduk Madinah seperti doa Ibrahim untuk Makkah, kami berdoa kepada-Mu agar Engkau memberkahi sha', mud dan buah-buahan mereka. Ya Allah! Buatlah kami cinta Madinah seperti halnya Engkau membuat kami cinta Makkah, jadikanlah Makkah terhindar dari wabah penyakit, ya Allah! Aku telah mengharamkan di antara tanah berbatunya seperti yang Kau haramkan Makkah melalui lisan Ibrahim."[3]

Penamaan Masjid

Penamaan tempat ini dikarenakan tempat ini berada di dekat Sumur as-Suqya yang dimiliki oleh Sa'ad bin Abi Waqqas, yang saat ini terletak di selatan masjid ini. Pada waktu itu Nabi berwudhu di sumur tersebut, serta meminum airnya dan memohon agar air terus keluar, saat ini sumur tersebut sudah tertimbun dan tidak tersisa bekasnya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa jalan menuju Mekkah menjadi pembatas antara masjid dengan sumur,[4] sedangkan pendapat lainnya sumur tersebut berada di bawah jalan raya[5]

Letak Masjid

Masjid ini terletak di Gerbang al-'Anbariyyah, lebih tepatnya berada di dalam tembok Stasiun Kereta Api Madinah yang saat ini berseberangan dengan Kantor Wali kota Madinah. Disebutkan bahwa dahulu tanah tersebut adalah milik sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas.

Bentuk Masjid

Masjid kecil ini memiliki 3 kubah, dan luasnya 56 meter, dan tidak ada menara untuk adzan, arsitektur bergaya Kesultanan Utsmaniyah, dan dibangun ulang pada masa Pelayan Dua Tanah Suci Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1423-1424 H.

Lihat pula

Referensi

  1. Tarikh Ma'alim al-Madinah al-Munawwarah, Jilid 1, Halaman 72
  2. Wafa'u al-Wafa, Jilid 3, Halaman 972
  3. "Software Kitab Hadits Online Terjemah Indonesia, Musnad Ahmad Nomor 21580". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-30. Diakses tanggal 2014-07-09.
  4. Atsar al-Madinah, halaman 93
  5. Ad-Dur al-Mantsur, halaman 238

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.