Media IPNU

Media IPNU adalah platform digital yang menjadi alternatif publikasi berbagai kegiatan IPNU IPPNU di seluruh tanah air. Latar belakang lahirnya Media IPNU adalah minimnya media sosial yang menggarap personal branding kader-kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) - Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di dunia digital. Personal branding di Media IPNU ditujukan untuk semua kader, entah dalam kapasitas pemimpin atau kader yang memiliki prestasi dan skill keterampilan yang memang layak dan perlu diapresiasi.[1][2]

Media IPNU
Media Ikatan Pelajar NU
Literasi, Inovasi, Digitalisasi, Publikasi
SingkatanMedia IPNU
Tanggal pendirian23 Mei 2020
StatusKomunitas Literasi IPNU IPPNU
TipeAlternatif Publikasi
TujuanMEDIA IPNU diharapkan menjadi portal alternatif sebagai support system portal induk IPNU-IPPNU yaitu www.ipnu.or.id dan www.ippnu.or.id.
Lokasi
  • Indonesia
Bahasa resmi
Bahasa Indonesia
Organisasi induk
IPNU IPPNU
Situs webmediaipnu.or.id

Media IPNU berdiri tanggal 1 Syawal 1441 H  atau hari Sabtu, 23 Mei 2020 malam.[3] Sebagai media yang mendukung kesetaraan gender, Media IPNU berarti jama' yang konotasinya adalah ikatan pelajar NU: IPNU dan IPPNU.

Media IPNU adalah portal alternatif dari website resmi PP IPNU dan PP IPPNU, yaitu www.ipnu.or.id dan www.ippnu.or.id. Upaya Media IPNU ialah agar seluruh kegiatan IPNU IPPNU bisa pusatkan ke dua portal induk tersebut. Akan tetapi, tidak bisa kita pungkiri bahwa harus ada "uji kelayakan" untuk rilis atau tidaknya di portal PP IPNU dan PP IPPNU.[4] Maka Media IPNU hadir untuk alternatif itu sebagai publikasi sederhana.

Selain menjadi support system website pusat, Media IPNU juga mendukung penuh terhadap portal induk  suara Nahdlatul Ulama, yaitu NU Online. Saat ini NU Online sudah menjadi portal keislaman terbesar di dunia. Pun sebagai media yang dibangun oleh generasi muda NU, Media IPNU juga men-support portal NU tersebut.

Tujuan dari adanya portal alternatif ini adalah supaya publikasi tentang IPNU IPPNU bisa semakin massif. Entah mengenai reportase kegiatan, sharing gagasan, atau sharing keilmuan para kader IPNU IPPNU di seluruh Nusantara.

Media IPNU hadir sebagai wadah berbagai apresiasi dari capaian IPNU IPPNU hari ini. Segala hal yang berkaitan dengan IPNU IPPNU, mulai dari kepengurusan Pimpinan Pusat hingga Ranting dan Komisariat akan diwadahi dalam Media IPNU. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama semakin berkembang dengan pesat. Media IPNU akan menjadi saksi perjalanan IPNU IPPNU hingga sepuluh atau bahkan dua puluh tahun ke depan dan seterusnya. Bersama Media IPNU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama akan melahirkan informasi-informasi brilian sebagai upaya inventarisir sejarah perjalanan organisasi.[5]

GERAKAN LITERASI DAN MEDIA

Sekretaris Jenderal Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh berharap "New Normal (Normal Baru)" akan mendorong lahirnya "New IPNU" yang mampu melakukan pendampingan/advokasi masyarakat dalam literasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta literasi mentalitas dalam pemanfaatan TIK itu.[6] Ia menjelaskan bahwa kader IPNU IPPNU dan alumninya harus mampu hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19 melalui aspek pembelajaran yang positif, yakni menjadikan pandemi COVID-19 dan era normal baru sebagai momentum tumbuhnya masyarakat digital NU.

Oleh karena itu, kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat yang juga alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, berkata bahwa kader-kader IPNU harus mendorong akselerasi masyarakat digital NU melalui literasi pemanfaatan TIK dan literasi mentalitas terkait pemanfaatan TIK itu sendiri. Literasi pemanfaatan TIK adalah hal yang penting, karena masyarakat NU merupakan kalangan menengah ke bawah yang belum 'melek' digital, juga tidak banyak yang memiliki sarana TIK, terutama masyarakat NU yang tinggal di pedesaan.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora sekaligus Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu mencontohkan pemanfaatan TIK adalah untuk "pasar bebas" gagasan, seperti pertemuan lewat "zoom meeting", pengajian virtual, dan sebagainya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat NU baru saja memulai pengajian virtual itu, sementara kelompok ekstrem kanan sudah lama 'bermain' di situ. Sebenarnya, NU lebih siap dengan 'pasar bebas' gagasan, karena NU lebih memiliki khazanah keagamaan yang beragam dan lentur, baik perbedaan pendapat dalam banyak mazhab maupun perbedaan dalam satu mazhab, sedangkan kelompok ekstrem kanan tidak memiliki khazanah keagamaan, sehingga mudah menyalahkan.

Gerakan Literasi di Grassroot

Ada banyak latar belakang atau gejala yang kemudian melahirkan banyak realitas yang terjadi dalam dinamika gerakan IPNU IPPNU itu sendiri. Pertama adalah perubahan dan transformasi pergerakan. Zaman yang serba digital ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi anggota maupun kader. Seberapa jauh mereka bisa mengimbangi teknologi dengan kapasitas kesadaran mereka. Secara kolektif gerakan IPNU IPPNU kita dihadapkan pada peralihan semuanya, banyak persepsi yang dibawa adalah serba digital, tak terkecuali dalam dunia literasi.[7]

Kader IPNU dan IPPNU diharapkan untuk tetap konsisten dalam menjaga dunia literasi. Yakni terus membaca, menulis dan berdiskusi. Banyak para senior atau alumni mendukung gerekan literasi yang dilakukan IPNU IPPNU. Bahkan siap memberikan sebagian bukunya  untuk kader IPNU IPPNU. Sebab tantangan yang dihadapi pelajar sekarang itu lebih berat. Trilogi IPNU dan IPPNU itu belajar yang bermakna komitmen untuk iqra atau membaca. Sedangkan berjuang itu  demi kemsalahatan umat dan bertaqwa itu tidak hanya cerdas intelektual tapi cerdas spiritual.[8] Sehingga dengan demikian, seluruh komitmen itu pada dasarnya kembali pada diktum pertama yang turun ke Nabi Muhammad yakni iqra atau baca. Dalam hal ini terkait hidupnya kaderisasi di kalangan pelajar adalah mengembalikan budaya membaca. Kader IPNU dan IPPNU harus kembali untuk menyalakan semangat literasi dengan memaksimalkan SDM yang ada.

Ini sebuah tantangan bagi Bangsa Indonesia untuk meningkatkan literasi. Bahkan hingga muncul gagasan dari salah satu Pimpinan Wilayah untuk membuat Program Satu Juta Pelajar Menulis. Sehingga minat baca masyarakat di Indonesia menjadi lebih baik.[9] IPNU-IPPNU mulai memastikan akan terus tampil menjadi suri tauladan bagi pelajar.[10] Kini kepengurusan IPNU IPPNU di berbagai daerah mulai semakin banyak yang melakukan gerakan konkret dalam rangka mengembangkan minat dan semangat literasi para pelajar dan santri.[11]

Kongkow Media dan Wordshop Jurnalistik

Salah satu Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Kongkow Media.Kegiatan tersebut mengusung tema ‘MMA3: Majelis Media Ada-Ada Aja’. Kongkow media ini menjadi ajang berkumpulnya seluruh pegiat media dan pers IPNU IPPNU di Trenggalek, Jawa Timur. Kegiatan ini juga dibuka untuk umum. Sejumlah pemateri dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Koordinator Nasional Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) dan Creative Manager Teladan Cinema.[12] Kegiatan MMA3 ini juga untuk menjawab agar IPNU-IPPNU harus melek media, paham literasi dan perkembangan informasi.[13]

Selain itu, kegiatan Workshop media dan jurnalistik juga sering digelar. Kegiatan whorkshop tersebut tidak hanya untuk yang ahli namun untuk benar-benar mau belajar tentang media dan jurnalistik dan sadar bahwa literasi itu penting. Banyak potensi yang bisa kita gali untuk dituangkan dalam sebuah tulisan baik berupa artikel, essay, opini, dan lain sebagainya sehingga di dunia digital bisa melalang buana dengan karya kita dan bisa menjadi sektor untuk lebih berani meningkatkan kualitas diri.[14]

Era Society 5.0 dan Bonus Demografi

Seiring berkembangnya teknologi begitu banyak konten yang kurang mendidik dan berbau kebohongan. Hal ini menjadi semangat tim untuk turut berjihad di dunia maya, melihat kondisi saat ini banyak para anak muda, pelajar, serta kaum milenial yang begitu aktif di media sosial. Sebagai generasi muda yang terpelajar, tentu hal ini menjadi tugas kader IPNU IPPNU untuk menginspirasi dan memotivasi kaum muda lain. Hal tersebut sudah sewajarnya turut melangkah eksis di dunia maya. Di era society 5.0, kader IPNU IPPNU harus siap menghadapi globalisasi dan tentunya kita juga harus berkontribusi, bersaing dengan konten yang kurang berfaedah.[15]

Bonus demogarfi akan menjadi yang harus diperjuangkan oleh kader IPNU dan IPPNU. Jadi selain menjalankan tugas utamanya sebagai pintu masuk kaderisasi awal di Nahdlatul Ulama, IPNU IPPNU juga bertugas untuk mengawal kader dalam menghadapi tantangan masa depan. Penguasaan IT menjadi hal yang sangat penting karena Artificial Intelligence dan Big Data akan menjadi kunci untuk masa depan digital yang mampu menjawab semua tantangan data yang kompleks.[16] Generasi penerus bangsa, khususnya generasi IPNU IPPNU harus mengimbangi kegiatan dengan memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi.[17] Munculnya media sosial, digital, itu karena konvergensi media sesuai perkembangan zaman, dan kader IPNU IPPNU sudah siap melakukan lompatan-lompatan sesuai perkembangan zaman.[18]

Budaya Literasi dan Sadar Media

IPNU–IPPNU menjadi wahana efektif dalam mewujudkan pendidikan literasi dan pengembangan sadar media di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat deras, lebih-lebih pada musim pandemi Covid-19 dalam setahun terakhir, membuat masyarakat makin tergantung pada teknologi digital. Hal ini harus dibarengi oleh budaya literasi kuat dan sadar jurnalistik, agar masyarakat menjadi penggunakan digital yang cerdas da tidak menjadi korban hoax untuk kepentingan siapapun dan  dalam isu apapun.

Kalau generasi terpelajar sudah mampu menumbuhkan budaya literasi dan sadar media, mereka akan menjadi pengguna digital dan medsos yang cerdas. Mereka dapat menjadi agen perubahan, dengan melakukan edukasi pada masyarakat. Bila hal itu terwujud, lanjutnya, maka industri digital, media massa maupun media sosial akan membawa keberkahan dalam kehidupan dan rahmat bagi semua orang. Para kader yakin, IPNU-IPPNU bisa menjadi pagar terdepan membentengi bangsa ini di masa mendatang, melalui peran edukasi literasi dan sadar media.[19]

Satgas Literasi Pelajar NU juga muncul di salah satu Cabang di Jawa Timur. Satgas tersebut telah bergerak dengan melakukan kegiatan-kegiatan literasi. Akhir tahun 2021 yang lalu, Satgas Literasi Pelajar NU mengadakan webinar bersama Dinas Kominfo.[20] Acara yang mengusung tema Literasi untuk Mengabdi ini bertujuan untuk membangun kedekatan dan juga semangat berliterasi pada pelajar.

Roadshow Santri Menulis

Salah satu PC IPNU IPPNU di tanah air juga telah melakukan keliling ke beberapa Pondok Pesantren untuk mendorong giat literasi para santri melalui Roadshow Santri Menulis. Pentingnya Edukasi Literasi menjadi salah satu konsentrasinya. Pesantren menjadi sasaran dalam agenda tersebut tidak lepas dari semangat para santri tempo dulu dalam merebut kemerdekaan. Mengapa Santri? Inilah ikhtiar IPNU IPPNU untuk terlibat secara aktif hadir mengawal kemajuan kaum sarungan melalui gerakan IPNU – IPPNU Back To Pesantren. Santri itu adalah insan multitalent, banyak hal yang bisa dilakukan. Santri itu serba bisa, di pesantren banyak hal terlatih secara alamiah. Apalagi, jika didorong dengan Program Literasi seperti ini. Tinggal bagaimana gerakan literasi ini masif dari hulu ke hilir. Seperti Gus Dur, seorang santri yang aktif menulis dan membaca disamping juga memperdalam dengan diskusi. Para santri sudah punya figur percontohan.[21] Selain itu, muncul juga event IPNU IPPNU yang menggaungkan gerakan literasi. Kegiatan tersebut adalah Student Literacy Fest.[22] Sebuah program yang muncul di kota santri: Jombang.

Dalam rangka membangun kesadaran Teknologi Digital sejak dini, banyak pula event mahasiswa menggandeng IPNU IPPNU untuk melakukan kegiatan literasi digital. Kadang berupa webinar yang dilatarbelakangi dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan digital dalam masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta menampilkan konten kreatif yang inovatif dan tentunya bermaslahat untuk umat.[23] Tantangan di ruang digitalpun semakin besar, seperti konten-konten negatif, penyebaran hoax, ujaran kebencian, hingga manipulasi ijazah berbasis digital. Kegiatan webinar membahas materi: Pemahaman dan Pemanfaatan Literasi Digital, Pentingnya Branding Personal dan Organisasi serta Strategi Branding, dan Pengenalan Aplikasi Digital dan Cara Membuat Content.

ARTIKEL DI MEDIA IPNU

Kader IPNU IPPNU dapat kirim artikel mengenai program kerja maupun kebijakan organisasi IPNU-IPPNU di tingkatan masing-masing. Berita ditulis dengan menggunakan bahasa jurnalistik sebagaimana mestinya.[24] Platform ini juga menerima tulisan para kader IPNU IPPNU tentang keorganisasian, ke-Islaman, Aswaja, dan opini apa pun yang bermanfaat untuk dipublikasikan. Karya dapat ditulis menggunakan kaidah esai populer, feature, atau dalam bentuk cerpen.

Berbagai kader pun sudah banyak yang telah mengirimkan karyanya. Mulai dari PW IPNU Sumatra Selatan, PW IPNU Kalimantan Selatan, PC IPNU IPPNU Kota Malang, PC IPNU IPPNU Kabupaten Malang, PC IPNU IPPNU Nganjuk, PC IPNU Yogyakarta, PAC IPNU IPPNU Sukoharjo, PAC IPNU IPPNU Ngronggot, dll.

TIGA LANDASAN KADER IPNU IPPNU

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Bidang Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak seluruh kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk meneguhkan tiga landasan. Tiga landasan yang dimaksud adalah melek teknologi, berwawasan luas, dan kreatif serta inovatif.[25]

Landasan tersebut harus diteguhkan karena kader IPNU dan IPPNU merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja). Gus Muhaimin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri studium generale atau tempat belajar umum dalam rangkaian Kongres ke-20 IPNU dan ke-19 IPPNU di Gedung Serba Guna 2 (SG 2) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8/2022).[26]

Gus Muhaimin mengatakan bahwa kaum muda seperti kader IPNU IPPNU harus berplatform pada teknologi, sains, intelektual, dan menjadi gerakan sosial yang solid dan kokoh.

Dengan berpegang pada landasan tersebut, ia meyakini, generasi muda bisa memimpin perubahan di masa yang akan datang dan mendukung visi Indonesia Maju. Setelah ketiga landasan terebut dipegang, ia melanjutkan, para kader IPNU dan IPPNU harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan kreatif dan inovatif.

Dikatakan, hari ini, Jumat (12/8/2022), tidak penting lagi kader IPNU IPPNU kuliah di mana, tinggal di mana, dan anak siapa. Paling penting, kader bisa kreatif dan inovatif, maka kader bisa mengalahkan siapapun di kota-kota besar. Kader IPNU-IPPNU punya potensi besar Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, setiap kader IPNU-IPPNU punya potensi besar yang dapat berpengaruh positif bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Dikatakan, kaum muda harus mengerti betul bahwa di tangan kader IPNU IPPNU republik ini menunggu, karena kader IPNU IPPNU punya kekuatan dan modal yang sangat memadai. Untuk membangun potensi itu, Gus Muhaimin lantas mengajak setiap kader untuk percaya  dengan setiap potensi yang dimiliki. Menurutnya, barisan IPNU dan IPPNU harus maju dan ikut menentukan masa depan Indonesia di masa akan datang.

Gus Muhaimin menegaskan bahwa syaratnya untuk maju harus dipenuhi. Hasil kongres ini harus menuju ke sana yaitu menuju syarat-syarat kuat IPNU-IPPNU menjadi solid, kuat, dan maju. Ia juga menyebutkan bahwa seluruh kader IPNU dan IPPNU adalah aset bangsa yang dahsyat. Aktivis seperti kader IPNU-IPPNU ini mahal. Untuk menjadi aktivis seperti ini butuh proses panjang. Ia kira sumber daya manusia (SDM) seperti ini dahsyat. Oleh karenanya, keponakan Gus Dur ini mengingatkan para kader IPNU-IPPNU untuk bersatu dan bahu membahu memajukan Indonesia.

Gus Muhaimin berpesan agar mereka tidak alergi dengan level dan sektor apapun agar cita-cita Indonesia Maju bisa diwujudkan. "Mari bergandengan tangan, bahu membahu di semua level. Jangan alergi di setiap sektor, ekonomi, politik, sosial, budaya, dan agama, semuanya tidak boleh dipisah-pisah. Amat sangat salah memisah-misah dan memilah-milah sektor perjuangan," tuturnya.[27] Untuk menghadapi berbagai sektor itu, Gus Muhaimin meminta para kader IPNU-IPPNU agar menyiapkan diri. Persiapkan diri untuk merebut jabatan-jabatan publik di semua level dan diganti dengan orang-orang yang punya basis sosial seperti kader IPNU-IPPNU.

Usulan Program Kemajuan Teknologi Informasi

Gus Muhaimin juga mengusulkan kepada IPNU IPPNU untuk merumuskan program-program yang tepat sesuai dengan tantangan kemajuan teknologi informasi dan teknologi mikro. IPNU IPPNU bisa berkolaborasi dengan siapapun yang sama-sama memiliki potensi untuk maju. Selain itu, IPNU IPPNU juga harus berbasis ilmu pengetahuan, semua langkahnya didasarkan pada teori dan pemikiran, bukan hanya sekadar selera. IPNU IPPNU harus beradaptasi dengan perangkat teknologi, membuat kajian-kajian intelektual yang masih, karena basisnya memang pelajar. Bisa dicoba berkolaborasi dengan perusahaan start up untuk belajar cara-cara baru ataupun pendekatan baru. Ia menambahkan, demografi yang dimiliki Indonesia dapat menjadi alat percepatan untuk mengentaskan diri dari berbagai krisis setelah pandemi juga resesi global karena perang. Ketika pemerintah mengerti cara untuk mengkoordinir kekuatan kaum muda secara tepat, maka bukan tidak mungkin krisis dan resesi tersebut dapat tertangani dengan baik.[28]

IPNU IPPNU KEMBALI KE SEKOLAH

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mewanti-wanti kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk lebih agresif dalam memperluas jangkauan ke sekolah umum. Kemudian mampu berperan secara strategis dan efektif.[29] "Saya wanti-wanti kepada rekan IPNU dan PBNU supaya lebih agresif dalam memperluas jangkauan aktivisme IPNU PBNU ke sekolah-sekolah," ujar Gus Yahya dalam Pembukaan Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Jumat (12/8/2022).[30]

Gus Yahya menilai generasi Z adalah generasi yang memiliki karakter cenderung lebih peduli, lebih sentimentil, sekaligus lebih idealis. Hal tersebut kata Gus Yahya meniru penelitian Alvara Institute. Dikatakan, kalau pihaknya tidak menangkap kecenderungan yang sangat positif ini ke dalam satu sistem gerakan bersama-sama dengan seluruh keluarga besar NU, maka sama saja menyia-nyiakan peluang sejarah yang sangat berharga.

REFERENSI

  1. "Tentang Media IPNU". mediaipnu.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-17.
  2. "Personal branding". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2022-08-09.
  3. "Media IPNU". mediaipnu.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-17.
  4. "Media IPNU, Medianya Semua Kader – IPNU". Diakses tanggal 2022-08-17.
  5. Kompasiana.com (2022-06-02). "Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Media IPNU sebagai Satu Kesatuan". kompasiana.com. Diakses tanggal 2022-08-23.
  6. Yakub, Edy M (2020-06-02). Sukarelawati, Endang, ed. "Alumni dorong "New Normal" lahirkan "New IPNU" dalam literasi TIK". ANTARA News. Diakses tanggal 2022-08-24.
  7. Asaroh, Siti Al (2021-06-20). "Pentingnya Tingkatkan Literasi Bagi IPNU IPPNU". Geopelajar.id. Diakses tanggal 2022-08-24.
  8. "IPNU dan IPPNU Harus Jaga Semangat Literasi". nu.or.id. Diakses tanggal 2022-08-24.
  9. "Kakanwil Apresiasi Program IPNU dalam Tingkatkan Literasi". dki.kemenag.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-24.
  10. Penulis (2022-03-21). "IPNU-IPPNU Karawang Dorong Semangat Literasi bagi Pelajar". tvberita.co.id. Diakses tanggal 2022-08-24.
  11. Raka, Mang (2022-03-22). "Tingkatkan Minat Literasi Kader, IPNU dan IPPNU Gelar Refleksi Harlah". Radar Karawang. Diakses tanggal 2022-08-24.
  12. "Catat! IPNU-IPPNU Trenggalek Bakal Gelar Kongkow Media". NU Online Jatim. Diakses tanggal 2022-08-24.
  13. blokBojonegoro.com. "Era Keterbukaan Informasi, IPNU-IPPNU Harus Melek Media". blokbojonegoro.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-24.
  14. "Pentingnya Literasi, PAC IPNU IPPNU Pageruyung adakan Workshop Media dan Jurnalistik". ipnujateng.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-24.
  15. "IPNU IPPNU Way Kanan Launching Media Pelajar - Beritabaru.co Lampung". lampung.beritabaru.co. 2021-01-05. Diakses tanggal 2022-08-24.
  16. bojonegorotoday.com (2021-02-14). "Pelantikan IPNU-IPPNU, Launching Cyber Media Menjawab Tantangan Bonus Demografi dan Revolusi 4.0 -". bojonegorotoday.com. Diakses tanggal 2022-08-24.
  17. Online, Redaksi NU (2022-04-19). "Manfaatkan Betul Media Digital, Lembaga Jarkom dan Pers PAC IPNU IPPNU Kutorejo Gelar Kajian Online". NU Online Mojokerto. Diakses tanggal 2022-08-24.
  18. Nahdliyin, Suara (2020-03-14). "Kader IPNU - IPPNU Diharap Melek Media". Suara Nahdliyin (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-24.
  19. Fahir (2021-01-18). "IPNU–IPPNU Diharapkan Tumbuhkan Budaya Literasi dan Sadar Media". Serambi Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-24.
  20. Rengganis, Diah (2021-10-07). "Rangkaian Kegiatan IPNU-IPPNU Batu, Sinergikan Program Literasi Bulanan". Bacaan Kiai, Santri & Pemerhati. Diakses tanggal 2022-08-24.
  21. aka; aka (2021-10-14). "Dorong Giat Literasi Santri, PC IPNU Dan IPPNU Sumenep Gelar Roadshow Bertajuk 'Santri Menulis'". Nusa Daily. Diakses tanggal 2022-08-24.
  22. "IPNU dan IPPNU Jombang Konsisten Gelorakan Literasi". timesindonesia.co.id. Diakses tanggal 2022-08-24.
  23. Kusmiazi, Firman (2022-01-06). "Mahasiswa UNAS Gelar Webinar Literasi Digital Untuk Kader IPNU Kabupaten Bogor". Pakuan Raya. Diakses tanggal 2022-08-24.
  24. "Kirim Artikel di mediaipnu.or.id". mediaipnu.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-08-19.
  25. Hayati, Dwi Nur (2022-08-13). Respati, Sheila, ed. "Hadiri Kongres IPNU-IPPNU, Gus Muhaimin Ajak Kader IPNU-IPPNU Teguhkan 3 Landasan". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-08-23.
  26. Tempo.co (2022-08-13). Digital, Prodik, ed. "Gus Muhaimin Hadiri Kongres IPNU-IPPNU". Tempo.co. Diakses tanggal 2022-08-23.
  27. Aulia, Dea Duta. "Ketum PKB Ingatkan Kader IPNU-IPPNU Tak Pilih-pilih Sektor Perjuangan". detikcom. Diakses tanggal 2022-08-23.
  28. "Gus Muhaimin: IPNU IPPNU Harus Produktif dan Mau Berkolaborasi". NU Online Jatim. Diakses tanggal 2022-08-23.
  29. "Buka Kongres IPNU, Mahfud MD: Jaga Wasthiyah Islam". Republika Online. 2022-08-13. Diakses tanggal 2022-08-23.
  30. Rossa, Vania (2022-08-13). "Kongres IPNU: Mendikbud Diminta Memberi Ruang Bagi Ormas Pelajar Masuk ke Sekolah Untuk Konter Radikalisme". Suara.com. Diakses tanggal 2022-08-23.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.