Panjaitan

Panjaitan (surat Batak: ᯇᯉ᯲ᯐᯤᯖᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak yang berasal dari etnis Toba. Panjaitan adalah marga yang dipakai oleh keturunan Raja Panjaitan hingga saat ini. Marga Panjaitan berasal dari daerah Balige dan telah menyebar ke berbagai daerah di Sumatra Utara. Di Balige juga terdapat tugu persatuan marga Panjaitan.

Panjaitan
Beberapa tokoh marga Panjaitan.
Aksara Batakᯇᯉ᯲ᯐᯤᯖᯉ᯲
Nama margaPanjaitan
Artipanjait + an
(tempat menjahit)
Silsilah
Jarak
generasi
dengan
Siraja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Sibagot ni Pohan
6Tuan Dibangarna
7Raja Panjaitan
Nama lengkap
tokoh
Raja Panjaitan
Nama istriboru Hasibuan
Nama anak1. Raja Situngo Nai Borngin
Kekerabatan
Induk margaTuan Dibangarna
Persatuan
marga
Tuan Dibangarna
Kerabat
marga
Turunan
  • Martibi Raja
  • Raja Dogor
  • Raja Siponot
  • Raja Sijanggut ni Huting
Mata ni Ari
Binsar
Hasibuan
Asal
SukuBatak Toba
Daerah
Asal
Balige, Toba
Kawasan
dengan
populasi
signifikan
Paguyuban
Lokasi tuguBalige, Kabupaten Toba
2.323471393651546°N 99.0654772740141°E / 2.323471393651546; 99.0654772740141
PaguyubanPunguan Raja Panjaitan dohot Boru (PRPDB)

Etimologi

Nama Panjaitan dalam Bahasa Batak Toba secara harfiah merujuk kepada kata panjait, dan an yang memiliki arti sebagai seorang yang tempat penjahit. Hal tersebut mengacu kepada:

  • Kata panjait dalam Bahasa Batak Toba memiliki arti sebagai penjahit,
  • Kata an dalam Bahasa Batak Toba merupakan sufiks yang dipakai sebagai penekanan.

Tarombo

Berikut merupakan tarombo (silsilah) keturunan Raja Panjaitan:

Tuan Dibangarna
Raja PanjaitanRaja SilitongaRaja SiagianRaja Sianipar
Raja Situngo Nai Borngin
Martibi RajaRaja DogorRaja SiponotRaja Sijanggut ni Huting

Menurut silsilah garis keturunan Suku Batak (tarombo), Raja Panjaitan adalah generasi ketujuh dari Siraja Batak dan anak pertama (sulung) dari Tuan Dibangarna.

Dalam perkembangannya, Keturunan Raja Panjaitan mengklasifikasikan diri ke dalam empat kelompok:

  • Martibi Raja
  • Raja Dogor
  • Raja Siponot
  • Raja Sijanggut ni Huting

Kekerabatan

Keturunan Raja Panjaitan memiliki hubungan erat dengan marga-marga keturunan Tuan Dibangarna lainnya; keempat marga tersebut (Panjaitan, Silitonga, Siagian, dan Sianipar) memegang teguh ikatan persaudaraan untuk tidak menikah antar satu dengan yang lain. Namun di beberapa daerah seperti Balige dan Sipahutar, ditemukan juga praktik dimana marga Panjaitan telah saling menikah dengan marga turunan Tuan Dibangarna lainnya dikarenakan keterbatasan marga-marga asing yang mendiami wilayah tersebut. Namun dewasa ini, praktik pernikahan antar sesama marga turunan Tuan Dibangarna tersebut sudah mulai ditinggalkan dan dianggap tabu.

Dikarenakan Raja Panjaitan merupakan anak sulung dari Tuan Dibangarna, maka marga Panjaitan juga dituakan diantara ketiga marga turunan Tuan Dibangarna lainnya. Oleh sebab itu sesuai dengan istiadat partuturan Batak Toba, seluruh keturunan dari ketiga marga tersebut harus memanggil abang/kakak ketika bertemu dengan marga Panjaitan tanpa memperhatikan usia.

Raja Panjaitan menikah dengan boru Hasibuan, oleh sebab itu Hulahula (mataniari binsar) dari seluruh marga Panjaitan adalah marga Hasibuan.

Padan

Keturunan Raja Panjaitan memiliki ikatan Padan (ikrar janji) dengan tiga marga, yaitu: Manullang, Sibuea, dan Sinambela. Keturunan Raja Panjaitan memegang teguh padan dengan tidak menikah kepada ketiga marga tersebut.

Tokoh Marga Panjaitan

Beberapa tokoh bermarga Panjaitan:

Sumber

  • Hutagalung, W.M. (1991), Pustaha Batak Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak, hlm. 226–227
  • Siahaan, Amanihut N.; Pardede, H. (1957), Sejarah perkembangan Marga - Marga Batak

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.