Pariwisata di Myanmar

Pariwisata di Myanmar merupakan sektor yang perkembangannnya paling lambat. Meskipun Myanmar memiliki potensi wisata yang besar dan objek wisata di berbagai bidang, banyak bagian dari industri ini yang masih harus dikembangkan. Juga, jumlah pengunjung ke Myanmar relatif kecil dibandingkan dengan tetangganya - bahkan dilampaui oleh Laos. Hal ini terutama karena situasi politik saat ini.

Pariwisata di Myanmar telah dikembangkan terutama oleh pemerintah, tetapi perusahaan swasta yang memang ada, yang melayani berbagai wisatawan.

Statistik

Pada tahun fiskal 2010-2011, wisatawan terdiri dari 73.84% (313,127 kedatangan) pengunjung luar negeri, umumnya memasuki negara ini melalui udara, mewakili 69.26% dari kedatangan, diikuti oleh darat dan laut, yang diwakili oleh 29.97% dan 0.77% kedatangan masing-masingnya.[1]

Statistik umum

Tahun fiskalKedatangan wisatawan % perubahan
2010-2011313127 4.88%
2009-2010298556 16.95%
2008-2009255288 -11.60%
2007-2008288776 -22.16%
2006-2007370974-

Wisatawan berdasarkan negara

RankCountrynumber of tourists % Total
1 Thailand94,34215.93%
2 Tiongkok70,80511.93%
3 Jepang47,6908.04%
4 Amerika Serikat37,5896.34%
5 Korea Selatan34,8055.87%
6 Malaysia30,4995.14%
7 Prancis30,0645.07%
8 Singapura26,2964.43%
9 Britania Raya24,2964.09%
10 Jerman23,0633.89%
11 Taiwan22,0603.72%
12 Australia18,2613.08%
13 India16,8682.84%
14 Italia10,8301.83%
15 Swiss8,0341.35%

Referensi

  1. "Table 29.OVERSEAS VISITORS". Central Statistical Organization. Ministry of National Planning and Economic Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-07. Diakses tanggal 16 July 2011.

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.