Sindangsari, Paseh, Bandung

Sindangsari adalah desa di kecamatan Paseh, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.Desa Sindangsari masuk wilyah Kecamatan Paseh dengan luas wilayah Desa Sindangsari + 236.743 Ha, Kepadatan penduduk sudah mencapai 13.733 jiwa penduduk tetap.Jumlah Kepala Keluarga 3.944 KK berdasarkan hasil sensus penduduk Tahun 2017.

Sindangsari
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung
KecamatanPaseh
Kodepos
40383
Kode Kemendagri32.04.35.2006
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Mayoritas masyarakat Desa Sindangsari Kecamatan Paseh merupakan suku sunda yang tersebar ditiap-tiap RW, Aspek kebudayaan, baik yang bersifat kebendaan menunjukan identitas dan karakter khas budaya sunda. Selain dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya sunda, pola hidup masyarakat Desa Sindangsari Kecamatan Paseh juga diwarnai oleh nilai-nilai agama khususnya islam yang dianut oleh sebagian besar masyarakat sehingga selain NYUNDA, pola kehidupan masyarakat Desa sindangsari juga bersifat religius, Dinamika religius masyarakat tampak dalam aktivitas sehari-hari dan pembinaan keagamaan seperti Pondok Pesantren, Organisasi masa ke- Islaman, Yayasan, Mesjid, Madrasah, Majelis Ta’lim dan lain-lain, Keseharian masyarakat Desa Sindangsari adalah bercocok tanam, ber tani, buruh tani, peternak domba dan peternak ayam dan buruh yang lainya.

Letak dan Batas Desa

Desa Sindangsari termasuk wilayah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung dengan luas wilayah 236,743 Ha. dan dibatasi oleh:

· Sebelah Utara: Desa Sukamatri dan Desa Cipaku

· Sebelah Selatan: Desa Mekarwangi

· Sebelah Barat: Desa Sudi dan Desa Talun

· Sebelah Timur: Desa Loa

· Panjang jalan Kabupaten: 1,5 km

· Panjang Jalan Desa: 5 km

Sejarah dan Asal Usul Desa, cerita rakyat

Menurut cerita Tokoh Masyarakat kami Pada tahun 1950 berdirilah sebuah Desa yang dinamakan Desa Mantricina yang diambil dari satu nama Kampung, di ajukan oleh seorang tokoh terkemuka yang bernama H. Nurali dan disetujui oleh semua lapisan masyarakat. Dari tahun 1950 sampai tahun 1972 Desa Mantricina di pimpin oleh seorang kepala desa yang bernama Anin Miharja.

Pada tahun 1972, nama Desa di ganti menjadi Desa Sindangsari dan terpilih seorang kepala Desa yang bernama Emod Supardi yang menjabat sampai tahun 1980.

Pada tahun 1980 diadakan lagi pemilihan kepala Desa dan yang terpilih bernama Odin Syamsudin. Pada tahun 1982 diadakan musyawarah Desa bertempat di Gedung Sekolah/Madrasah Ibtida Iyah (MI) untuk Musyawarah pemekaran Desa Sindangsari yang dihadiri segenap tokoh masyarakat, dan menghasilkan pemekaran desa yang bernama Desa Sukamantri, dengan cara Potting, Odin Syamsudin Memilih Desa Sukamantri .

Untuk mengisi kekosongan pemimpin pada tahun 1982 S/d 1985 di pimpin oleh seseorang dari Pejabat Kecamatan yang bernama Ahmud.

Pada tahun 1985 diadakan pemilihan Kepala Desa yang bertempat di Aula Desa Sindangsari yang menghasilkan seorang Kepala Desa yang bernama Ajid Hermawan dengan masa Jabatan 8 tahun, terhitung dari tahun 1985 s/d 1993.

Pada Tahun 1993 kembali pemilihan berlangsung dan menghasilkan seorang Kepala Desa yang bernama Ence Suteja Dengan masa jabatan 8 Tahun, terhitung dari Tahun 1993 s/d 2001.

Pada Tahun 2001 kembali pemilihan berlangsung dan menghasilkan seorang Kepala Desa yang bernamaAep Kusmandardengan masa jabatan 6 Tahun, terhitung dari tanggal, 20 Pebruari 2001 sampai dengan 20 Prebuari 2007.

Pada tanggal 24 Pebruari 2007 diadakan lagi pemilihan kepala Desa dengan 5 (Lima) orang calon dan terpilihlah seorang kepala Desa yang bernama Sahrodin dengan masa jabatan 6 tahun, terhitung dari mulai dilantiknya tanggal 20 Pebruari 2007 sampai sekarang.

Pada tanggal 12 Desember 2012 diadakan lagi pemilihan Kepala Desa dengan 5 (Lima) orang calon dan terpilihlah Jajang Agus Riswanto sebagai Kepala Desa dengan Jabatan 5 tahun, untuk periode 2012 – 2018 terhitung dari mulai dilantiknya tanggal 26 Desember 2012.

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.