Stasiun Petarukan

Stasiun Petarukan (PTA) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Serang, Petarukan, Pemalang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +10 m ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Stasiun Petarukan

Stasiun Petarukan
LokasiSerang, Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+10 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkalkm 113+210 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • PTA
  • 2417
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Hanya untuk penyusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe VPI GRS/Alstom dengan interlocking Len[3]
Lokasi pada peta

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada petak stasiun ini hingga Stasiun Pemalang resmi dioperasikan mulai 30 Oktober 2008[4][5] dan kemudian segmen hingga Stasiun Sragi mulai 26 September 2012,[6] jumlah jalurnya bertambah menjadi tiga. Jalur 3 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, sedangkan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja.

Saat ini idak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi penyusulan antarkereta api. Ke arah timur, sebelum Stasiun Comal, terdapat bekas Halte Ujunggede yang sudah dinonaktifkan karena okupansi yang minim.

Insiden

PLH Petarukan

Pada tanggal 2 Oktober 2010, pukul 02.45 dini hari, kereta api Argo Bromo Anggrek dengan relasi Gambir-Surabaya (KA 4) menyeruduk kereta api Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen-Semarang Tawang yang sedang berhenti di jalur 3 untuk mempersilakan KA 4 melaju. Kecelakaan ini diduga disebabkan masinis KA Argo Bromo Anggrek melanggar sinyal masuk stasiun; seharusnya berbelok dan melintas langsung di jalur 2. Sekitar 36 korban tewas dan merupakan kecelakaan kereta api terbesar sejak 2001.

Referensi

  1. Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. "Detail Badan Usaha". lpjk.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-11. Diakses tanggal 2018-04-11.
  5. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11.
  6. Ariyanto, Is (2012-09-26). "Uji Coba Rel Ganda". SoloPos.com. Diakses tanggal 2020-04-29.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Pemalang
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Ujunggede
ke arah Brumbung


This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.