Suku Fayu
Orang Fayu adalah kelompok etnis yang hidup di daerah rawa Provinsi Papua, di daerah sungai Kliki sebelah barat daya, menuju ke Teluk Cenderawasih
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
Indonesia:
| |
| Bahasa | |
| bahasa Fayu | |
| Agama | |
| Mayoritas Kristen Protestan Minoritas Animisme |
Di waktu pertemuan pertama mereka dengan orang Barat, jumlah mereka adalah sekitar 400. Awalnya mereka sekitar 2 000, tapi jumlahnya menurun karena kekerasan di dalam kelompok. Orang Fayu umumnya hidup dalam kelompok keluarga. Sejumlah kelompok ini berkumpul sekali atau dua kali setahun untuk pertukaran wanita.
Dua buku sempat ditulis mengenai kehidupan orang Fayu. Yang pertama adalah oleh penulis asal Jerman Sabine Kuegler,[1] yang pernah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di antara mereka. Yang kedua adalah Guns, Germs, and Steel[2] oleh pakar geografi asal Amerika Jared Diamond, di mana kelompok ini disebut sebagai contoh dari sebuah band tipe masyarakat.
Suku Fayu sering digambarkan dalam literatur sebagai orang yang hidup di zaman batu, kanibal, bangsa perang yang ganas, terbelakang, dan hanya bisa menghitung sampai tiga.[3]
Kini, orang Fayu berjumlah 1 470. Mayoritas dari mereka beragama Kristen.
Referensi
- . ISBN 0-7595-7272-0. Tidak memiliki atau tanpa
|title=(bantuan)Tidak memiliki atau tanpa|title=(bantuan) - . ISBN 0-3930-6922-2. Tidak memiliki atau tanpa
|title=(bantuan)Tidak memiliki atau tanpa|title=(bantuan) - . ISSN 0078-7809. Tidak memiliki atau tanpa
|title=(bantuan)Tidak memiliki atau tanpa|title=(bantuan)