Wadd
Wadd (bahasa Arab: ูุฏโ) (Musnad: ๐ฉฅ๐ฉต) adalah seorang dewa Arabia pra-Islam. Ia adalah dewa nasional Minaean dari selatan Arabia, dan ular yang diasosiasikan dengannya.
| Dewa-dewi Timur Dekat kuno |
|---|
| Agama Timur Dekat kuno |
Dalam tradisi Islam, Wadd disembah oleh suku Banu Kalb dan berhalanya berada di kota Dumat al-Jandal. Berhala tersebut dikatakan dihancurkan oleh Khalid bin al-Walid. Ia juga disebutkan dalam al-Qur'an sebagai dewa palsu dari orang-orang pada zaman Nuh.
Dalam sejarah islam, kisah mengenai Patung wadd, sebagai berhala pertama yang disembah oleh manusia tercantum jelas dalam sebuah Hadist riwayat bukhari.
ุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููู ูุง ุตูุงุฑูุชู ุงููุฃูููุซูุงูู ุงูููุชูู ููุงููุชู ููู ููููู ู ูููุญู ููู ุงููุนูุฑูุจู ุจูุนูุฏู ุฃูู ููุง ููุฏูู ููุงููุชู ููููููุจู ุจูุฏูููู ูุฉู ุงููุฌูููุฏููู ููุฃูู ููุง ุณูููุงุนู ููุงููุชู ููููุฐููููู ููุฃูู ููุง ููุบููุซู ููููุงููุชู ููู ูุฑูุงุฏู ุซูู ูู ููุจูููู ุบูุทููููู ุจูุงููุฌููููู ุนูููุฏู ุณูุจูุฅู ููุฃูู ููุง ููุนูููู ููููุงููุชู ููููู ูุฏูุงูู ููุฃูู ููุง ููุณูุฑู ููููุงููุชู ููุญูู ูููุฑู ููุขูู ุฐูู ุงููููููุงุนู ุฃูุณูู ูุงุกู ุฑูุฌูุงูู ุตูุงููุญูููู ู ููู ููููู ู ูููุญู ููููู ููุง ูููููููุง ุฃูููุญูู ุงูุดููููุทูุงูู ุฅูููู ููููู ูููู ู ุฃููู ุงููุตูุจููุง ุฅูููู ู ูุฌูุงููุณูููู ู ุงูููุชูู ููุงูููุง ููุฌูููุณูููู ุฃูููุตูุงุจูุง ููุณูู ูููููุง ุจูุฃูุณูู ูุงุฆูููู ู ููููุนููููุง ููููู ู ุชูุนูุจูุฏู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ูููููู ุฃููููุฆููู ููุชูููุณููุฎู ุงููุนูููู ู ุนูุจูุฏูุชู
Artinya: โDari Ibnu Abbas RA bahwanya, berhala-berhala yang dahulu diagungkan oleh kaum Nabi Nuh, di kemudian hari tersebar di bangsa 'Arab. Wadd menjadi berhala untuk kamu Kalb di Daumatul Jandal. Suwa' untuk Bani Hudzail. Yaquts untuk Murad dan Bani Ghuthaif di Jauf tepatnya di Saba`. Adapun Ya'uq adalah untuk Bani Hamdan. Sedangkan Nashr untuk Himyar keluarga Dzul Kala'. Itulah nama-nama orang saleh dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka wafat, setan membisikkan kaum itu untuk mendirikan berhala pada majelis mereka dan menamakannya dengan nama orang-orang saleh itu. Maka mereka pun melakukan hal itu, dan saat itu berhala-berhala itu belum disembah hingga mereka wafat, sesudah itu, setelah ilmu tiada, maka berhala-berhala itu pun disembah,"[1]
Sumber
- The Book of Idols (Kitab Al-Asnam) by Hisham Ibn Al-Kalbi
- "Ini Berhala Pertama yang Disembah Umat Manusia". islam.nu.or.id. 2019-03-19. Diakses tanggal 2021-04-17.