Genosida Uigur

Para kritikus perlakuan Tiongkok terhadap Uighur menuduh pemerintah Tiongkok menerapkan kebijakan sinikisasi di Xinjiang pada abad ke-21, menyebut kebijakan tersebut sebagai etnosida atau genosida budaya Uighur.[1][2][3][4][5][6] Secara khusus, para kritikus menyoroti penempatan Uighur di kamp re-edukasi yang didukung negara,[7][8] penekanan praktek-praktek keagamaan Uighur[9][10] dan pernyataan tuduhan pelanggaran HAM meliputi sterilisasi paksa dan kontrasepsi.[7][11][12]

Tuduhan tersebut tak meraih pengakuan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan 54 negara anggota mendukung kebijakan Tiongkok di Xinjiang,[13][14] dan 23 mengecamnya.[15][16]

Referensi

  1. ""'Cultural genocide': China separating thousands of Muslim children from parents for 'thought education'" - The Independent, 5 July 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
  2. ""'Cultural genocide' for repressed minority of Uighurs" - The Times 17 December 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
  3. ""China's Oppression of the Uighurs 'The Equivalent of Cultural Genocide'" - 28 November 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 January 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
  4. ""Fear and oppression in Xinjiang: China's war on Uighur culture" - Financial Times 12 September 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 April 2020. Diakses tanggal 27 April 2020.
  5. ""The Uyghur Minority in China: A Case Study of Cultural Genocide, Minority Rights and the Insufficiency of the International Legal Framework in Preventing State-Imposed Extinction" November 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-15. Diakses tanggal 2020-04-27.
  6. ""China's crime against Uyghurs is a form of genocide" - Summer 2019". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-01. Diakses tanggal 2020-04-27.
  7. Danilova, Maria (2018-11-27). "Woman describes torture, beatings in Chinese detention camp". AP NEWS. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-13. Diakses tanggal 2019-12-02.
  8. Stewart, Phil (2019-05-04). "China putting minority Muslims in 'concentration camps,' U.S. says". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-08. Diakses tanggal 2019-12-02.
  9. Congressional Research Service (18 June 2019). "Uyghurs in China" (PDF). Congressional Research Service.
  10. Blackwell, Tom (25 September 2019). "Canadian went to China to debunk reports of anti-Muslim repression, but was 'shocked' by treatment of Uyghurs". National Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-02.
  11. Enos, Olivia; Kim, Yujin (29 August 2019). "China's Forced Sterilization of Uighur Women Is Cultural Genocide". The Heritage Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 December 2019. Diakses tanggal 2 December 2019.
  12. "China 'using birth control' to suppress Uighurs". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2020-06-29. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-29. Diakses tanggal 2020-07-07.
  13. "Joint Statement delivered by Permanent Mission of Belarus at the 44th session of Human Rights Council". www.china-un.ch. Diakses tanggal 2020-08-12.
  14. "Letter to UNHRC" (PDF). United Nations Human Rights Council. Diakses tanggal 2020-08-12.
  15. "The "22 vs. 50" Diplomatic Split Between the West and China Over Xinjiang and Human Rights". Jamestown (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-12.
  16. "Who cares about the Uyghurs". The Economist.

Pranala luar

This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.