Pengasuhan anak dalam keluarga LGBT
Pengasuhan anak dalam keluarga LGBT merujuk kepada upaya orang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dalam membesarkan satu atau lebih anak sebagai orang tua mereka. Hal tersebut juga mencakup pengasuhan anak oleh pasangan sejenis, pengasuhan anak oleh orang tua tunggal yang merupakan orang LGBT, dan pengasuhan anak oleh pasangan heterogen yang setidaknya salah satu pihak adalah LGBT.[1]
| Bagian dari seri tentang |
| LGBT |
|---|
| lesbian ∙ gay ∙ biseksual ∙ transgender |
|
|
Orang LGBT dapat menjadi orang tua dengan berbagai cara, termasuk menjadi orang tua tiri/angkat bagi anak kandung pasangan dari perkawinan sebelumnya, pengasuhan anak bersama-sama, pengangkatan anak, proses inseminasi, program fertilisasi in vitro (bayi tabung), dan menggunakan ibu pengganti (surogasi).[2][3][4]
Referensi
- Berkowitz, D & Marsiglio, W (2007). Gay Men: Negotiating Procreative, Father, and Family Identities. Journal of Marriage and Family 69 (May 2007): 366–381
- Haim Abraham. A Family Is What You Make It? Legal Recognition and Regulation of Multiple Parents (2017)
- Bodri, D.; Nair, S.; Gill, A.; Lamanna, G.; Rahmati, M.; Arian-Schad, M.; Smith, V.; Linara, E.; Wang, J. (February 2018). "Shared motherhood IVF: high delivery rates in a large study of treatments for lesbian couples using partner-donated eggs". Reproductive Biomedicine Online. 36 (2): 130–136. doi:10.1016/j.rbmo.2017.11.006. ISSN 1472-6491. PMID 29269265.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai LGBT parenting.
This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.
