Kereta api Ranggajati
Kereta api Ranggajati merupakan layanan kereta api kelas Eksekutif dan Bisnis yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani rute Cirebon–Jember melalui lintas selatan Jawa (Yogyakarta-Surabaya-Probolinggo). Kereta api ini menempuh jarak sejauh 729 km dalam waktu rata-rata 14 jam 8 menit.[1]
![]() KA RANGGAJATI
Cirebon - Jember PP
| |
![]() Kereta api Ranggajati saat akan memasuki Stasiun Purwokerto. | |
| Informasi umum | |
|---|---|
| Jenis layanan | Kereta api antarkota |
| Status | Beroperasi |
| Daerah operasi | Daerah Operasi III Cirebon |
| Mulai beroperasi | 1 November 2016 |
| Operator saat ini | Kereta Api Indonesia |
| Lintas pelayanan | |
| Stasiun awal | Cirebon |
| Stasiun akhir | Jember |
| Jarak tempuh | 729 km |
| Waktu tempuh rerata | 14 jam 8 menit |
| Frekuensi perjalanan | Satu kali keberangkatan tiap hari |
| Jenis rel | Rel berat |
| Pelayanan | |
| Kelas | Eksekutif dan Bisnis |
| Pengaturan tempat duduk |
|
| Fasilitas restorasi | Ada |
| Fasilitas observasi | Kaca dupleks dengan lapisan laminasi isolator panas |
| Fasilitas hiburan | Ada Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif |
| Fasilitas bagasi | Ada (Bukan Kereta Bagasi) |
| Fasilitas lain | Tabung pemadam, toilet, penyejuk udara |
| Teknis sarana dan prasarana | |
| Kecepatan operasional | 81.5–90 km/jam |
| Pemilik jalur | Ditjen KA Kemenhub RI |
| Nomor pada jadwal | 111-114 |
Sejarah
Kereta api Ranggajati diresmikan pada 1 November 2016 di Stasiun Cirebon yang menghadiri sejumlah penjabat dari Kota/Kabupaten Cirebon dan Jajaran PT KAI di Daop III Cirebon dengan layanan kelas Eksekutif dan Bisnis.[2]
Nama Ranggajati berasal dari tokoh asal Kabupaten Cirebon bernama Ki Gede Ranggajati yang berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon pada masanya, dan turut andil dalam membangun kota Sumber sebagai ibukota kabupaten.
Stasiun Pemberhentian
Kereta api Ranggajati akan berhenti di Stasiun: Cirebon (awal terminus) » Ciledug » Ketanggungan » Linggapura* » Bumiayu » Purwokerto » Kroya » Gombong » Kebumen » Kutowinangun » Kutoarjo » Yogyakarta » Klaten » Solo Balapan » Sragen » Madiun » Nganjuk » Kertosono » Jombang » Mojokerto » Surabaya Gubeng** » Sidoarjo » Bangil » Pasuruan » Probolinggo » Klakah » Tanggul » Rambipuji » Jember (akhir terminus).
Catatan:
- Tanda (*) berarti: Kereta api Ranggajati wajib berhenti luar biasa di Stasiun Linggapura untuk pergantian jalur kereta ke arah Bumiayu.
- Tanda (**) berarti: Kereta api Ranggajati harus memutar lokomotif di Stasiun Surabaya Gubeng.
Insiden
Pada 17 Desember 2019, kereta api Ranggajati mengalami gangguan kelistrikan saat kereta api memasuki Stasiun Madiun. Dalam keterangan resminya, Manager Humas KAI Daerah Operasi VII Madiun meminta maaf atas gangguan kelistrikan tersebut.
Galeri
Kereta api Ranggajati saat melintas di kelurahan Winongo, kecamatan Manguharjo, kota Madiun, Jawa Timur.
Kereta api Ranggajati saat melintas di kalurahan Banyuraden, kapanéwon Gamping, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
Kereta api Ranggajati saat melintas langsung Stasiun Lempuyangan di kota Yogyakarta.
Kereta api Ranggajati tujuan Cirebon berangkat meninggalkan Stasiun Sidoarjo menuju Stasiun Surabaya Gubeng
Lihat pula
Referensi
- Saroh, Mutaya. "PT KAI Luncurkan Rute Baru Cirebon-Jember". tirto.id. Diakses tanggal 2020-04-29.
- BeritaSatu.com: PT KA Luncurkan KA Jurusan Jember-Cirebon


