Suku Enggano
Suku Enggano adalah sebuah kelompok suku terasing di Indonesia yang mendiami Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu dekat barat daya lepas pantai Pulau Sumatra. Populasi suku ini berjumlah sekitar 1.000 orang pada tahun 1999 dan terus menurun.[1]
![]() Seorang pria Enggano memperagakan tarian perang. | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Bahasa | |
| Bahasa Enggano, Bahasa Indonesia | |
| Agama | |
| Kekristenan (Katolik Roma), Islam (Sunni), agama rakyat (animisme, totemisme, pemujaan leluhur) | |
| Etnis terkait | |
| Suku Batak, Suku Nias |
Bahasa
Bahasa Enggano yang dipergunakan oleh suku ini merupakan suatu rumpun bahasa Sumatra Barat Laut awal dari rumpun bahasa Austronesia.[1]
Asal-usul dan struktur sosial

Suku Enggano merupakan salah satu suku tertua di Sumatra. Secara etnis, mereka terkait erat dengan suku-suku asli di Jawa dan Sumatra, yang dari sana migrasi mengalir langsung ke Pulau Enggano.[2] Suku yang paling terkait secara antropologi dengan Suku Enggano adalah Suku Batak dan Suku Nias dan terkait jauh dengan Suku Lampung (Abung dan Pepaduan).[3]
Organisasi sosial Suku Enggano menyerupai model sosial Suku Nias dan sekarang mempertahankan ciri khas kekeluargaan patrilineal. Masyarakat pedesaannya adalah tipe "keluarga tetangga besar".
Lihat juga
Referensi
- В.А Тишков, ed. (1998). "Научное издательство "Большая российская энциклопедия". Народы и религии мира: энциклопедия. Большая Российская Энциклопедия. hlm. 653.
- Reimar Schefold, P. Nas & Gaudenz Domenig, ed. (2008). Indonesian Houses, Volume 2. Singapore University Press. hlm. 468. ISBN 90-671-8305-9.
- А.А. Губера, ed. (1966). Народы Юго-Восточной Азии: этнографические очерки. АН СССР, Ин-т этнографии им. Н.Н. Миклухо-Маклая. hlm. 531-534.
