Terminal Purabaya

Terminal Purabaya (akronim dari "Gapura Surabaya") merupakan nama sebuah prasarana umum berupa terminal penumpang tipe A terbesar di Provinsi Jawa Timur, yang terletak pada sisi selatan wilayah Kota Surabaya di Desa Bungurasih.[2] Walaupun terminal ini terletak di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, namun pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.[3] Beberapa media massa mengklaim terminal ini sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara, dikarenakan padatnya aktivitas angkutan umum dari berbagai jalur trayek yang bisa mengangkut sekitar 28.000 penumpang selama 24 jam setiap harinya.[4][5]

Terminal Purabaya
Terminal penumpang tipe A
Kode: PRB [1]
Kenampakan aktivitas dari beberapa bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya, Mei 2022.
Nama lainTerminal Bungurasih
LokasiJalan Letjen Soetoyo, Dusun Kasian, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Kodepos 61256
 Indonesia
Koordinat7°21′1″S 112°43′29″E
Pemilik Pemerintah Kota Surabaya
Pengelola BPTD Wilayah XI Jawa Timur
Rute busJawa, Madura, Bali Nustra dan Sumatra
Penghubung antarmodaMPU non bus, bus perkotaan bus antarkota dan angkutan KSPN
Sejarah
Dibuka11 Maret 1991
Operasi layanan
Halte sebelumnya Suroboyo Bus Halte berikutnya
Terminus Dukuh Menanggal
ke arah Rajawali
Halte sebelumnya Trans Jatim Halte berikutnya
Pondok Mutiara
ke arah Porong
Romokalisari
ke arah Bunder
Lokasi pada peta

Terminal Purabaya menjadi titik lintasan dan transit dari berbagai jalur trayek moda mobil penumpang umum (MPU) non bus seperti angkutan pedesaan Sidoarjo, angkutan perbatasan lintas Sidoarjo–Surabaya dan MPU antarkota. Adapun beberapa moda bus perkotaan yang beroperasi dari terminal ini antara lain seperti bus kota reguler, bus bandara, Suroboyo Bus, Trans Jatim dan Trans Semanggi Suroboyo (TBA). Sedangkan moda bus antarkota dengan berbagai tingkatan kelas layanan menghubungkan Surabaya dengan daerah kota atau kabupaten di Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara hingga Sumatera.

Sejarah dan perkembangan

Awal pembangunan

Suasana jalur keberangkatan bus antarkota Terminal Purabaya pada 27 Maret 1990.
Suasana jalur keberangkatan bus antarkota Terminal Purabaya antara tahun 2004-2005.

Pembangunan terminal ini merupakan ide dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 1982 (tertuang dalam surat persetujuan Gubernur Nomor 645.7/9605/210/82), kemudian lahir sebagai hasil perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dimana Pemerintah Kota Surabaya memperoleh status hak pengelolaan terminal. Terminal seluas 119.950 m2 ini dibangun pada tahun 1989 dan dioperasikan mulai 11 Maret 1991, dengan peresmian oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 8 April 1991. Terminal ini awalnya difungsikan untuk merelokasi bus antarkota yang sebelumnya memiliki trayek menjangkau kawasan dalam kota, seperti Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang.

Terminal Purabaya merupakan pengembangan dari Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang yang kapasitasnya sudah tidak memadai serta berada dipusat kota yang tidak memungkinkan dilakukan pengembangan. Pembangunan terminal penumpang tipe A Purabaya sudah direncanakan sejak tahun 1982 berdasarkan surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur namun baru dapat dilaksanakan pembangunan pada tahun 1989 serta diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 1991.

Sebelumnya dibangun Terminal Purabaya, pelayanan operasional angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dilakukan di tempat terpisah. Terminal Joyoboyo merupakan terminal utama di kota Surabaya yang melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), sedangkan Terminal Bratang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).[6]

Lokasi pembangunan terminal Purabaya berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada lahan dengan luas ± 120.000 m2. Dipilihnya lokasi tersebut karena mempunyai akses yang sangat baik dan strategis sebagai pintu masuk ke Kota Surabaya serta berada pada jalur keluar kota Surabaya arah timur selatan dan barat. Walaupun lokasi terminal Purabaya berada di Kabupaten Sidoarjo namun pengelolaan terminal dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut berdasarkan perjanjian kerjasama (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Pemerintah Kota Surabaya.[7]

Ilustrasi dua dimensi dari denah kompleks bangunan Terminal Purabaya. Keterangan denah gambar akurat hingga tahun 2022.

Pembangunan gedung baru di Terminal Purabaya mengacu pada konsep convenience and care terminal (C2 Terminal), dimana fasilitas terminal setara dengan fasilitas bandar udara. Proses pembangunan tahap pertama difokuskan pada pembangunan shelter bus Bandara Juanda, ruang tunggu penumpang dan bridge connection (penghubung antara ruang tunggu dan jalur pemberangkatan bus antarkota dalam provinsi (AKDP)). Proses pembangunan tahap kedua difokuskan pada pembangunan bridge connection (jembatan penghubung ruang tunggu - jalur keberangkatan bus malam) dan gate di ruas jalur pemberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).[8]

Asal usul nama Purabaya

Terminal Purabaya merupakan terminal induk yang terletak di pinggiran barat dan selatan wilayah Kota Surabaya. Asal usul nama terminal ini merupakan ide dari Edi Sanyoto (Bupati Sidoarjo) yang disetujui oleh Poernomo Kasidi (Walikota Surabaya) pada masa periode pembangunan terminal pada tahun 1989-1991. Nama terminal ini berasal dari akronim gabungan dari kata Gapura dan Surabaya, jika digabungkan menjadi kata Purabaya (Gapura Surabaya) yang bermakna pintu gerbang Kota Surabaya. Secara administratif, kompleks bangunan terminal ini terletak di luar perbatasan kota, tepatnya berada di wilayah administrasi Desa Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut menjadikan terminal ini lebih populer dikenal dengan nama Terminal Bungurasih oleh warga Surabaya dan sekitarnya.[9]

Angkutan umum lokal

MPU non bus

Kenampakan beberapa unit MPU jalur trayek JSP (carry kuning) relasi Purabaya–Sidoarjo–Porong mengantre jam pemberangkatan dan MPU antarkota (elf) relasi Surabaya–Malang bergerak melintasi area peron MPU non bus di Terminal Purabaya, November 2022.

Selain moda transportasi bus perkotaan dan bus antarkota, Terminal Purabaya juga menjadi salah satu titik singgah dan lintasan dari beberapa jaringan trayek mobil penumpang umum (MPU) non bus.[10] Berdasarkan data Dishub Sidoarjo tahun 2006, terdapat 222 unit yang tersebar pada enam jalur trayek angkutan pedesaan yang menjangkau kawasan utara Kabupaten Sidoarjo seperti Kecamatan Waru dan Taman.[11] Berikut merupakan daftar jaringan trayek angkutan pedesaan yang beroperasi di terminal ini pada tahun 2006 dan 2020.[12][13] Sedangkan seluruh moda jaringan trayek angkutan perbatasan kota dan MPU antarkota yang melintasi terminal ini terkonsentrasi dari Terminal Joyoboyo, yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah di selatan kota pada Kabupaten Sidoarjo hingga Kota Malang.[14][15][16]

Jaringan trayek MPU non bus di Terminal Tambak Purabaya.
NoKode trayekModaJenis
MPU
Rute perjalanan
1pedesaancarryTamanWaruTambak Sawah
2pedesaancarryTaman–Waru–Tambak Oso
3pedesaancarryKrian–Taman–Waru
4MFpedesaancarryPranti–Waru–Taman (nonaktif)
5TPpedesaancarryTaman–Aloha–Pranti (nonaktif)
6STpedesaancarrySruniGedangan–Taman (nonaktif)
7perbatasancarryWonokromo–Waru–Sepanjang
8perbatasancarryW.kromo–PagesanganBungurasih
9perbatasancarryJoyoboyo–Waru–Tambak Sawah
10antarkotacarryJoyoboyoSidoarjoPorong
12-antarkotaelf/bisonSurabaya–Malang

Banyaknya jenis moda angkutan umum yang mempunyai lintasan berhimpitan pada ruas antara Terminal Joyoboyo dengan Terminal Purabaya seringkali menimbulkan singgungan dan konflik.[17][18] Pada Agustus 2010, ratusan awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto melakukan aksi protes ke Dishub LLAJ Jawa Timur terkait adanya pelanggaran trayek yang dilakukan oleh oknum awak MPU antarkota relasi Surabaya–Malang. Hal ini disebabkan karena beberapa awak MPU berizin trayek dari Dishub Sidoarjo mengangkut penumpang pada ruas Joyoboyo–Bundaran Waru.[19] Padahal sesuai perizinan trayeknya, hanya sejumlah 80 unit MPU berizin trayek dari Dishub LLAJ Jawa Timur yang diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Joyoboyo. Sisanya, sekitar 70 unit MPU lainnya yang berizin trayek dari Dishub Sidoarjo hanya diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Purabaya saja.[20]

Di sisi lain, awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto juga pernah mempermasalahkan perizinan trayek dari MPU antarkota relasi Surabaya–Mojokerto (Lespadangan). Jalur lintasan MPU ini seharusnya hanya sampai di Terminal Purabaya saja. Tetapi karena adanya penolakan dari awak angkutan pedesaan Sidoarjo trayek HN relasi Krian–Waru, akhirnya MPU mengambil trayek bus AKDP dengan pemberhentian terakhir di Taman Ngagel Tirto.[21]

Angkutan umum tidak dalam trayek

Nampak unit Taksi Bluebird (depan) dan Taksi Express (belakang) terparkir pada area penurunan penumpang di depan gedung utama Terminal Purabaya, November 2022.

Bus perkotaan dan aglomerasi

Kenampakan unit bus kota reguler dari beberapa perusahaan otobus berbeda dan unit bus kota modern Suroboyo Bus milik Pemerintah Kota Purabaya terparkir di peron Terminal Purabaya, Mei 2021.

Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Kota Surabaya memiliki beberapa sarana angkutan umum berupa layanan bus perkotaan. Bus perkotaan ini menunjang mobilisasi antar kawasan dalam kota maupun aglomerasi Gerbangkertosusila.[22][23] Jenis-jenis bus perkotaan yang terdapat di kota ini antara lain seperti bus kota reguler, bus pemadu moda, Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, Trans Sidoarjo (nonaktif) dan Trans Jatim. Beberapa koridor dari masing-masing bus perkotaan tersebut sama-sama mempunyai titik terminus serta terkoneksi satu sama lain pada kawasan selatan kota di Terminal Purabaya.[24][25]

Bus kota reguler

Suasana peron bus kota reguler Terminal Purabaya (11 Juli 2022). Nampak unit bus kota milik Perum DAMRI dan beberapa perusahaan otobus swasta mengisi jalur keberangkatan masing-masing sesuai jalur trayek.

Setelah Perum DAMRI menonaktifkan layanannya sejak awal September 2022, seluruh operasional jalur trayek bus kota reguler di Surabaya kini hanya dioperasikan oleh sepuluh perusahaan otobus (PO) swasta saja.[26][27] Total jumlah unit bus tersisa yang masih beroperasi sejumlah 32 unit dari Terminal Purabaya, yang tersebar pada tiga jalur trayek berbeda. Ketiga jalur trayek tersebut masing-masing menghubungkan terminal ini dengan Terminal Bratang (jalur F) dan Jembatan Merah Plaza (JMP) (jalur F atau P5).[28][29] Diantara ketiga jalur, hanya jalur trayek P5 yang mempunyai okupansi penumpang yang lebih tinggi daripada jalur trayek bus kota reguler lainnya, terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sama-sama mempunyai tujuan akhir di JMP, jalur trayek P5 mempunyai waktu tempuh yang lebih singkat daripada koridor R1/R2 Suroboyo Bus (via Darmo) ataupun bus kota reguler jalur trayek F (via Diponegoro).[30][31]

Statistik bus kota reguler di Terminal Purabaya, September 2022.
NomorPerusahaan otobus operatorRelasi perjalananJumlah unit operasional
ekonomiekonomipatas
1PO Estraa Mandiri0268
2PO Ladju0077
3PO Akas3115
4PO Mandiri1203
5PO Dua Putra1113
6PO Indrapura0112
7PO DME0101
8PO Mandala1001
9PO Sabar Indah0011
10PO Sari Indah0011
Jumlah unit per jalur trayek681832
Keterangan kode trayek: [32]
Purabaya–Bratang (ekonomi)
Purabaya–Diponegoro–JMP (ekonomi)
Purabaya–Tol–JMP (patas)

Bus pemadu moda

Nampak beberapa unit medium bus terparkir pada halte pemberangkatan bus pemadu moda (bus bandara) di Terminal Purabaya (13 Juni 2022).

Layanan pemadu moda dari dan ke Bandara Juanda pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya pada April 2012.[33][34] Pengadaan layanan ini adalah bentuk kerjasama PT Angkasa Pura I dengan Dishub Jatim beserta LLAJ Jawa Timur.[35][36] Sebanyak 23 unit medium bus Angkutan Khusus Bandara Juanda (AKBJ) (atau biasa disebut bus bandara) milik Perum DAMRI cabang Surabaya difungsikan pada jalur trayek Terminal Purabaya–Juanda PP.[37][38] Keberadaan layanan pemadu moda ini menjadi salah satu penyumbang utama laba usaha Perum DAMRI. Hal tersebut dibuktikan dengan besaran laba yang mencapai Rp24,1 miliar pada Semester I tahun 2012.[39][40]

Bus kota modern

Nampak unit bus kota modern seperti Trans Jatim (depan) dan Suroboyo Bus (belakang) melintasi halte penumpang di area Terminal Purabaya (20 Agustus 2022).

Lebih lambat dari kehadiran beberapa moda bus kota modern seperti Trans Sidoarjo (2015–2020), Suroboyo Bus (April 2018) ataupun Trans Jatim (Agustus 2022), Trans Semanggi Suroboyo baru akan menjangkau Terminal Purabaya melalui kehadiran tiga koridor terbaru pada periode tahun 2022–2023.[41] Koridor K3L direncanakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2022. Sedangkan dua koridor lainnya (K1L dan K6L) baru akan direalisasikan pada tahun 2023.[42][43][44] Rencananya sebagian unit yang akan digunakan berupa bus listrik.[45] Puluhan unit bus listrik produksi PT INKA akan dihibahkan ke Perum DAMRI cabang Surabaya untuk operasional bus kota berskema buy the service (BTS) setelah perhelatan KTT G20 di Bali selesai.[46][47]

Daftar koridor dan pengembangan bus kota modern di Terminal Purabaya, 2018–2023.
ModaKoridorRelasi perjalananJumlah
unit
Awal
beroperasi
Suroboyo BusPurabaya–Rajawali [48][49]127/4/2018
Rajawali–Purabaya
Purabaya–Tembaan [50][51]24/9/2018
Trans SemanggiPurabaya–Tanjung Perak via Darmo202023
Purabaya–Kenjeran Park via MERR172022
Purabaya–UNAIR C via Bratang192023
Trans JatimPorong–Purabaya–Bunder [52][53]2219/8/2022
Porong–Purabaya–TIJ [54]TBA2023

Bus antarkota

Kelas layanan

Sebuah papan informasi lajur pemberangkatan berbagai jalur trayek bus antarkota di Terminal Purabaya. Lajur dibedakan berdasarkan kelas layanan dari ekonomi, patas hingga eksekutif.

Lebih dari seratus jalur trayek bus antarkota dari berbagai tingkatan kelas layanan mempunyai titik terminus ataupun jalur lintasan di Terminal Purabaya.

Daftar jalur dan operator trayek

Lalu lintas bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya (11 Oktober 2022). Nampak beberapa bus seperti PO Ladju, PO Sugeng Rahayu dan PO Restu bergerak keluar menuju ke tujuan akhir masing-masing.

Jalur bus antarkota dari Terminal Purabaya yang mempunyai rute terpendek adalah trayek AKDP relasi SurabayaMalang, yang memiliki panjang lintasan sejauh 85 km.[55][56] Sedangkan jalur bus dengan rute terpanjang adalah trayek AKAP relasi JemberMedan. Jarak sejauh 2.839 km ini membentang pada sepuluh provinsi dari Jawa Timur di Pulau Jawa hingga Sumatera Utara di Pulau Sumatera.[57][58] Selain itu, terminal ini juga dilintasi oleh bus antarkota jalur trayek AKAP relasi MerakBima, yang mempunyai lintasan membentang sejauh 1.850 km. Lintasan yang dilalui menjelajahi tujuh provinsi, menyeberangi tiga selat dan menapaki empat pulau dari Jawa, Bali, Lombok hingga Sumbawa.[59][60]

Daftar layanan bus antarkota di Terminal Purabaya, 2022.
NoRute perjalanan (PP)Jenis
trayek
Perusahaan otobus
operator
Kelas
layanan
1Surabaya–MalangAKDPPO Tentremeko/patas
PO Restueko/patas
PO Kalisarieko/patas
PO Medali Maseko/patas
PO Pelita Masekonomi
PO Akas Greenekonomi
PO Akas NRekonomi
PO Dana Dhasihpatas
PO Hafanapatas
PO Hazpatas
PO Laksana Andapatas
PO Ladjupatas
PO Menggalapatas
2Surabaya–DampitAKDPPO Malindaekonomi
3Surabaya–Malang–BlitarAKDPPO Tentremekonomi
PO Medali Masekonomi
PO Zenaekonomi
4Surabaya–Pare–BlitarAKDPPO Harapan Jayapatas
PO Bagongpatas
5Surabaya–TulungagungAKDPPO Harapan Jayaeko/patas
PO Bagongekonomi
6Surabaya–TrenggalekAKDPPO Harapan Jayaeko/patas
PO Pelita Indaheko/patas
PO Bagongekonomi
7Surabaya–NganjukAKDPPO Djoko Kendilpatas
8Surabaya–MadiunAKDPPO Kalisaripatas
9Surabaya–MagetanAKDPPO Sudiro Tungga Jayapatas
PO Tjipto GMpatas
PO Restupatas
10Surabaya–PonorogoAKDPPO Jaya Kuningekonomi
PO Jaya Putihekonomi
PO Restueko/patas
PO Neo Harapan Utamaekonomi
PO Majoe Muda Mandiriekonomi
PO Madjoepatas
PO Ponorogo Indahpatas
11Malang–PonorogoAKDPPO Restuekonomi
PO Akas Greenekonomi
12Surabaya–PacitanAKDPPO Aneka Jayaeko/patas
13Surabaya–BojonegoroAKDPPO Dali Masekonomi
PO Dali Jayaekonomi
PO Dali Primaekonomi
PO Putra Masekonomi
PO Bintang Masekonomi
PO Bangau Masekonomi
PO Margo Djoyoekonomi
PO Rajawali Indahekonomi
PO Moedahekonomi
PO Widji Lestariekonomi
14Surabaya–CepuAKAPPO Jaya Utama Indoekonomi
15Surabaya–PurwodadiAKAPPO Jaya Utama Indoekonomi
16Surabaya–BondowosoAKDPPO Ladjueko/patas
PO Anggun Kridaekonomi
17Surabaya–SitubondoAKDPPO Ladjuekonomi
PO Akas IVekonomi
18Surabaya–AmbuluAKDPPO Ladjueko/patas
PO Sabar Indaheko/patas
PO Muliaekonomi
19Surabaya–JemberAKDPPO Jember Indahpatas
PO Ladjueko/patas
PO Sabar Indaheko/patas
PO Princesspatas
PO Jawa Indah Transindoeko/patas
PO Anugerah Abadieko/patas
PO Borobudureko/patas
PO Citra Wisata Mandirieko/patas
PO Restu Agung Putraeko/patas
PO Restu Agung Patrickekonomi
PO Restu Agung Yaffiekonomi
PO Restueko/patas
PO Tjipto IIpatas
PO Kemenanganpatas
PO Kemenangan Tjiptopatas
PO Surya Gemilangekonomi
PO Akas NReko/patas
PO Mila Sejahteraeko/patas
PO Akas Asrieko/patas
PO Akas AAAeko/patas
PO Akas Greenekonomi
20Surabaya–KetapangAKDPPerum DAMRIpatas
PO Akas IVekonomi
21Surabaya–BanyuwangiAKDPPO Ladjupatas
22Surabaya–Sumenep
(termasuk ke Kalianget)
AKDPPO Akas NReko/patas
PO Indonesia Abadi/N1eko/patas
23Sumenep–MalangAKDPPerum DAMRIekonomi
PO Akas Greenekonomi
PO Pelita Maspatas
24Sumenep–JemberAKDPPO Akas NRekonomi
PO Akas Asriekonomi
25Sumenep–KalisatAKDPPerum DAMRIekonomi
26Sumenep–BondowosoAKDPPO Akas IV (via Besuki)ekonomi
DAMRI (via Jember)ekonomi
27Pamekasan–P.linggoAKDPPO Akas IVekonomi
28Sumenep–Probolinggo
29Sumenep–SitubondoPO Akas Mila Sejahteraekonomi
30Sumenep–Ketapang
31Sumenep–BanyuwangiAKDPPO Akas Asriekonomi
32Sumenep–MuncarAKDPPO Akas IV (via Besuki)ekonomi
DAMRI (via Jember)ekonomi
33Surabaya–TubanAKDPPO Sabar Indahekonomi
34Surabaya–JeparaAKAPPO Jaya Utama Indoeko/patas
35Surabaya–Semarang
(via Tuban)
AKAPPO Jaya Utama Indoeko/patas
PO Sinar Mandiri Muliaeko/patas
PO Widji Lestarieko/patas
36Surabaya–Semarang
(via Solo)
AKAPPO Sugeng Rahayueko/ekse
PO Ekaeksekutif
PO Handoyoeksekutif
PO Safari Dharma Rayaeksekutif
37Surabaya–Semarang
(via Cepu)
AKAPPO Putra Mandiripatas
38Surabaya–WonogiriAKAPPO Sugeng Rahayuekonomi
39Surabaya–YogyakartaAKAPPO Miraekonomi
PO Sumber Selamatekonomi
PO Sugeng Rahayueko/ekse
PO Ekaeksekutif
PO Rosalia Indaheksekutif
40Jember–YogyakartaAKAPPO Mila Sejahterapatas
41Surabaya–MagelangAKAPPO Ekaeksekutif
42Surabaya–TemanggungAKAPPO Safari Dharma Rayaeksekutif
43Malang–TemanggungAKAPPO Safari Dharma Rayaeksekutif
44Surabaya–Purwokerto
(termasuk lintas:
a. Gombong; ataupun
b. Wonosobo.)
AKAPPO Sugeng Rahayueko/ekse
PO Ekaeksekutif
PO Rosalia Indaheksekutif
PO Handoyoeksekutif
45Surabaya–BobotsariAKAPPO Ekaeksekutif
PO Sugeng Rahayueksekutif
46Surabaya–BumiayuAKAPPO Ekaeksekutif
PO Sugeng Rahayueksekutif
47Malang–PurwokertoAKAPPO Handoyoeksekutif
48Jember–PurwokertoAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
49Surabaya–BanjarnegaraAKAPPO Ekaeksekutif
PO Sugeng Rahayueksekutif
PO Handoyoeksekutif
50Surabaya–CilacapAKAPPO Ekaeksekutif
PO Sugeng Rahayueksekutif
PO Handoyoeksekutif
51Malang–CilacapAKAPPO Handoyoeksekutif
52Jember–CilacapAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
53Malang–TegalAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
54Jember–TegalAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
55Surabaya–CirebonAKAPPO Sabar Subureksekutif
56Malang–CirebonAKAPPO Ezrieksekutif
PO Handoyoeksekutif
PO Medali Maseksekutif
PO Putra Dewantara Ayueksekutif
57ProbolinggoCirebonAKAPPO Harapan Kita N1/NRekonomi
58Sumenep–CirebonAKAPPO Indonesia Abadi N1ekonomi
PO Akas Mila Sejahteraekonomi
59Surabaya–KuninganAKAPPO Sugeng Rahayueksekutif
60Jember–KuninganAKAPPO Harapan Kita N1/NRekonomi
61Surabaya–IndramayuAKAPPO Sugeng Rahayueksekutif
62Surabaya–Bandung
(termasuk ke:
a. Leuwipanjang; ataupun
b. Cimahi.)
AKAPPO Bandung Expresseksekutif
PO Kramat Djatieksekutif
PO Pahala Kencanaeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Kym Transeksekutif
PO Ekaeksekutif
63Surabaya–TasikmalayaAKAPPO Mandalaekonomi
64Surabaya–Bandung
(via Tasikmalaya)
AKAPPO Mandalaekonomi
PO Sugeng Rahayueksekutif
65Malang–BandungAKAPPO Kramat Djatieksekutif
PO Pahala Kencanaeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Medali Maseksekutif
PO Haryantoeksekutif
PO 27Trans Javaeksekutif
66Sumenep–BandungAKAPPO Pahala Kencanaeksekutif
PO Haryantoeksekutif
67Sumenep–SukabumiAKAPPO Haryantoeksekutif
68Surabaya–Jakarta
(termasuk ke:
a. Bekasi;
b. Depok;
c. Tangerang;
d. Bogor; ataupun
e. Ciawi.)
AKAPPO Sari Indaheksekutif
PO Mawareksekutif
PO Pahala Kencanaeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Kramat Djatieksekutif
PO Safari Dharma Rayaeksekutif
PO Lorena-Karinaeksekutif
Rosalia Indaheksekutif
Perum DAMRIeksekutif
PO Haryantoeksekutif
PO Sinar Jayaeksekutif
PO Harapan Jayaeksekutif
PO Kym Transeksekutif
PO Pandawa 87eksekutif
69Malang–JakartaAKAPPO Pahala Kencanaeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Kramat Djatieksekutif
PO Safari Dharma Rayaeksekutif
PO Lorena-Karinaeksekutif
PO Handoyoeksekutif
PO Rosalia Indaheksekutif
PO Medali Maseksekutif
PO Haryantoeksekutif
PO Sinar Jayaeksekutif
Perum DAMRIeksekutif
PO 27Trans Javaeksekutif
PO Harapan Jayaeksekutif
PO Juragan 99eksekutif
70Sumenep–JakartaAKAPPO Pahala Kencanaeksekutif
PO Kramat Djatieksekutif
PO Lorena-Karinaeksekutif
PO Haryantoeksekutif
PO Sinar Jayaeksekutif
PO Mitra Titian Nusantaraeksekutif
PO Tjipto GMeksekutif
PO Almuna Transeksekutif
71Jember–JakartaAKAPPO Handoyoeksekutif
PO Pahala Kencanaeksekutif
PO Kramat Djatieksekutif
PO Safari Dharma Rayaeksekutif
PO Lorena-Karinaeksekutif
PO Rosalia Indaheksekutif
72Bondowoso–JakartaAKAPPO Handoyoeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
73Banyuwangi–JakartaAKAPPO Pahala Kencanaeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Lorena-Karinaeksekutif
Perum DAMRIeksekutif
PO Pandawa 87eksekutif
74Surabaya–MerakAKAPPO Gunung Hartaeksekutif
PO Rosalia Indaheksekutif
PO Harapan Jayaeksekutif
75Malang–MerakAKAPPO Medali Maseksekutif
76Sumenep–MerakAKAPPO Madu Kismoeksekutif
77Jember–MerakAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
78Banyuwangi–MerakAKAPPO Handoyoeksekutif
79Surabaya–SingarajaAKAPPO Menggalaeksekutif
PO Puspa Sarieksekutif
PO Wisata Komodoeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
80Surabaya–Denpasar
(termasuk ke:
a. Ubung;
b. Bangli; ataupun
c. Padangbai.)
AKAPPO Restu Mulyaeksekutif
PO Wisata Komodoeksekutif
PO Akas IVeksekutif
PO Jawa Indaheksekutif
PO Bali Transeksekutif
PO Gunung Hartaeksekutif
PO Pahala Kencanaeksekutif
PO Mitra Titian Nusantaraeksekutif
81Malang–DenpasarAKAPPO Medali Maseksekutif
PO Santosoeksekutif
PO Sarwonadhi Transeksekutif
82Bojonegoro–DenpasarAKAPPO Setiawaneksekutif
PO Angkasa Transeksekutif
PO Sarwonadhi Transeksekutif
83Cepu–DenpasarAKAPPO Angkasa Transeksekutif
84Sumenep–DenpasarAKAPPO Setiawaneksekutif
PO Bali Perdanaeksekutif
PO Restu Mulyaeksekutif
PO MTranseksekutif
85Kediri–DenpasarAKAPPO Setiawaneksekutif
86Magetan–DenpasarAKAPPO MTranseksekutif
87Ponorogo–DenpasarAKAPPO MTranseksekutif
88Wonogiri–DenpasarAKAPPO MTranseksekutif
89Yogyakarta–DenpasarAKAPPO MTranseksekutif
90Cirebon–DenpasarAKAPPO Sarika Expresseksekutif
91Bandung–DenpasarAKAPPO Jawa Indaheksekutif
92Jakarta–DenpasarAKAPPO Mitra Titian Nusantaraeksekutif
PO Jawa Indaheksekutif
93Jakarta–BimaAKAPPO Tiara Maseksekutif
PO Titian Maseksekutif
PO Rasa Sayangeksekutif
PO Dunia Maseksekutif
PO Safari Dharma Rayaeksekutif
PO Langsung Indaheksekutif
94Merak–BimaAKAPPO Mitra Titian Nusantaraeksekutif
95Surabaya–LampungAKAPPO Pahala Kencanaeksekutif
96Surabaya–Muara EnimAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
97Surabaya–PalembangAKAPPO Harapan Jayaeksekutif
98Jember–PalembangAKAPPO Rosalia Indaheksekutif
99Malang–JambiAKAPPO Lorena-Karinaeksekutif
PO Handoyoeksekutif
100Malang–PadangAKAPPO Handoyoeksekutif
101Surabaya–PekanbaruAKAPPO Handoyoeksekutif
102Surabaya–MedanAKAPPO Antar Lintas Sumateraeksekutif
103Malang–MedanAKAPPO Antar Lintas Sumateraeksekutif
104Jember–MedanAKAPPO Antar Lintas Sumateraeksekutif




dan lain sebagainya.

Angkutan wisata KSPN

Sebuah unit kendaraan Toyota HiAce milik Perum DAMRI sebagai angkutan KSPN relasi Stasiun Pasar Turi–Sukapura terparkir di area Terminal Purabaya, Juni 2022.

Guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Ditjen Hubdat Kemenhub RI bersama Perum DAMRI menyediakan layanan angkutan wisata dari Kota Surabaya menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Oktober 2020. [61][62] Perum DAMRI cabang Malang pun ditunjuk menjadi operator layanan tersebut di kota ini dengan melayani relasi perjalanan Stasiun Pasar TuriSukapura via Tol Probolinggo, dengan salah satu titik penjemputan penumpangnya di Terminal Purabaya.[63][64] Jenis kendaraan yang digunakan berupa mikrobus sasis Toyota HiAce berkapasitas enam belas penumpang.[65] Sebelumnya Perum DAMRI juga pernah mengoperasikan layanan serupa yang melintasi terminal ini dengan relasi perjalanan BatuWali Limo (Tuban) dan JuandaTosari, namun sudah tidak dioperasikan lagi.[66][67][68]

Galeri

Kenampakan fisik bangunan Terminal Purabaya beserta angkutan umum yang terdapat di dalamnya.

Referensi

Catatan bawah

    Referensi

    1. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2018). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.5520/AJ.104/DRJD/2018 tentang Penetapan Kode Terminal Penumpang Tipe A". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2022.
    2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya (2014). "Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034". jdih.surabaya.go.id. Diakses tanggal 27 September 2022.
    3. Defrendi Dwi Indarto; Endang Indartuti; Achluddin Ibnu Rochim (2018). "Sistem pengelolaan di Terminal Purabaya (Studi kasus di UPTD Terminal Purabaya)". Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
    4. Muhamad Fadli Ramadan; Dani M. Dahwilani (12 September 2022). "Purabaya terminal bus tersibuk di Indonesia dan Asia Tenggara, sehari layani 28.000 penumpang". inews.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2022.
    5. Fahmi (13 September 2022). "Melihat Terminal Bus Purabaya, tersibuk di Indonesia dan Asia Tenggara, sehari layani 28.000 penumpang". beritatrans.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2022.
    6. "DISHUB SURABAYA". dishub.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2020-04-14.
    7. "Profil Terminal". Terminal Purabaya (dalam bahasa Inggris). 2009-12-02. Diakses tanggal 2020-04-14.
    8. Amiruddin, M.T. (2010). "Konflik Kewenangan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya" (PDF). Diakses tanggal 15 April 2020.
    9. Asijah (2010). "Kerjasama Antar Daerah Studi Tentang Pengelolaan Terminal Purabaya-Bungrasih". Repository Unair. Diakses tanggal 2022-01-06.
    10. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo (2018). "Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo". sidoarjokab.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    11. Dadang Supriyatno; Ari Widayanti (2015). "Evaluasi kinerja angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo". Jurnal Transportasi. 15 (1).
    12. Nashrul (2014). "Info trayek angkutan di Sidoarjo". Wisata Sidoarjo. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    13. Hammam Rofiqi Agustapraja (2021). "Analisis kinerja angkutan umum di Terminal Larangan, Sidoarjo". Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi. 7 (2): 194–206.
    14. Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2015). "Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Izin Penyelenggaraan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
    15. Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    16. Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    17. Rizky Janu (2 Desember 2017). "Siapkan bus lewati frontage, layani rute Purabaya–Joyoboyo". jawapos.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
    18. Sub Dinas Teknik Sarana dan Prasarana DLLAJ Provinsi Jawa Timur (2006). "Gambaran problematika transportasi angkutan umum di kawasan Surabaya Metropolitan Area". Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
    19. Satwika Rumeksa (9 Agustus 2010). "Massa awak bus mini Mojokerto-Surabaya sweeping bison". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
    20. Ignatius Sawabi (9 Agustus 2010). "Awak "bus ijo" turunkan paksa penumpang". amp.kompas.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
    21. "Bus hijau ancam demo". surabaya.tribunnews.com. 28 Juli 2010. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
    22. Dipo Wahjoeono Hariyono; Wahyu Prawesthi (2015). "Penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum di Surabaya". Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTransLog). 2 (2): 177–190.
    23. M. Sholahuddin (27 April 2022). "Ini saran pakar untuk mengatur transportasi publik di Kota Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    24. Aisyah Salma Izzatunnisa; Panji Prayitno (11 Agustus 2022). "Daftar transportasi umum di Surabaya lengkap dengan rutenya". liputan6.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    25. Dhifa NA (16 Juni 2022). "Revitalisasi transportasi umum di Surabaya untuk menunjang mobilitas masyarakat". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    26. Febrianto Ramadani; Ndaru Wijayanto (5 September 2022). "Bus DAMRI di Terminal Purabaya berhenti beroperasi mulai 1 September 2022". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    27. Dhimas Ginanjar (7 September 2022). "Tiga trayek bus DAMRI di Surabaya ditutup". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    28. Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    29. Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    30. Dhimas Ginanjar; Dipta Wahyu (26 September 2022). "Pengin cepat naik P-5, tidak terburu-buru bisa pilih Suroboyo Bus". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    31. Dwi Muryanto; Rudy Santosa; Veronika Nugraheni Sri Lestari (2019). "Kajian demand bis kota trayek F terhadap rencana penerapan trem koridor utara selatan Kota Surabaya". Spirit Pro Patria. 5 (2): 118–135.
    32. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (2005). "Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2005 tentang Tarif Dasar Angkutan Penumpang Bus Kota Kelas Ekonomi Menggunakan Mobil Bus Umum di Propinsi Jawa Timur" (PDF). jdih.mkri.id. Diakses tanggal 27 September 2022.
    33. Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (28 Maret 2012). "Akhir April, bus pemadu moda beroperasi". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    34. PT Angkasa Pura I (2010). "Analisis Permintaan Pelayanan Taksi Argometer di Bandar Udara Juanda Surabaya". Surabaya. hlm. 40.
    35. Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (29 April 2011). "Bus pemadu moda, PT AP I Juanda minta kaji ulang". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    36. Angghraz Febri Samudr (2018). "Kontribusi kualitas layanan dan fasilitas kendaraan terhadap kepuasan pengguna jasa transportasi bus DAMRI trayek Bandara Juanda-Bungurasih". Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN). 1 (2): 29–36.
    37. Septin Aukhaina Yuslika; Eva Hany Fanida (2016). "Efektivitas pelayanan transportasi di Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Surabaya (Studi kasus pada bus DAMRI angkutan pemadu moda rute Gresik – Bandara Juanda pulang pergi)". Kajian Manajemen Pelayanan Publik. 4 (4).
    38. PT Angkasa Pura I (2022). "Transportasi Publik Bus DAMRI Bandar Udara Internasional Juanda". juanda-airport.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    39. Arif Gunawan Sulistyono; Berliana Elisabeth S.; Novita Sari Simamora (14 September 2012). "Angkutan Pemadu Moda: Laba DAMRI dipasok angkutan bandara". bisnis.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
    40. Moch. Ihsan Hidayatullah; Misbahuddin Azzuhri (2013). "Perumusan strategi Perum DAMRI Unit Bus Kota Surabaya, dalam rangka menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan keunggulan kompetitif". Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.
    41. Ambrosius Harto; Agnes Swetta Pandia (6 November 2021). "Embus hidup Suroboyo Bus". kompas.id. Diakses tanggal 9 November 2022.
    42. Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2022). "Kajian pengembangan rute Feeder penunjang Buy The Service tahun 2022". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
    43. Suharto; Djoko Setijowarno; Nyono (24 November 2021). "Webinar pengembangan angkutan massal berbasis jalan dengan skema BTS di kawasan perkotaan Surabaya". Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
    44. Manda Roosa (29 Desember 2021). "104 Unit bus Trans Semanggi Suroboyo resmi beroperasi di 6 rute". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    45. Bobby Constantine Koloway; Dwi Prastika (29 Desember 2021). "Sejumlah Trans Semanggi Suroboyo akan gunakan bus listrik, ada fasilitas ramah difabel sampai CCTV". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    46. Yanuar Riezqi Yovanda; Hendra Gunawan (30 September 2022). "PT INKA siapkan 53 bus listrik buat operasional DAMRI di dua kota". tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    47. Heri Purnomo (30 September 2022). "Bus listrik INKA bakal wara-wiri di Surabaya dan Bandung". economy.okezone.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
    48. Artika Rachmi Farmita; Juli Hantoro (7 April 2018). "Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini luncurkan Suroboyo Bus". nasional.tempo.co. Diakses tanggal 9 November 2022.
    49. Abdul Hakim; Slamet Hadi Purnomo (7 April 2018). "Risma resmi luncurkan Suroboyo Bus". jatim.antaranews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    50. Pipit Maulidiya; Eben Haezer Panca (4 September 2018). "Mulai besok 'bus tumpuk' mulai beroperasi di Surabaya. Ini rutenya". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    51. Ikrom Zain (1 November 2021). "Melayang di atas jalanan Surabaya dari dalam Suroboyo Bus Tumpuk (SBT)". ikromzain.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    52. M. Taufik; Deddy Humana (19 Agustus 2022). "Layani Sidoarjo-Surabaya-Gresik, 20 armada bus Trans Jatim koridor 1 digratiskan di pekan pertama". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    53. M. Sholahuddin (22 Agustus 2022). "Gratis seminggu, warga beramai-ramai naik bus Trans Jatim". jawapos.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    54. Faiq Azmi (5 September 2022). "Bus Trans Jatim lanjut koridor II-III diproyeksi tahun 2023, simak rutenya". detik.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
    55. Friska Rahayu Ratnasari; Andi Syaiful; Samin (2016). "Studi evaluasi kinerja bus ekonomi PO. Restu rute Malang - Surabaya". Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang.
    56. Septian Deny (13 Mei 2019). "Lewat tol, waktu tempuh Surabaya ke Malang kini cuma 1 jam". liputan6.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
    57. "Bus dengan trayek terjauh di Indonesia, jarak tempuh hampir 3.000 km". detik.com. 14 Juni 2022. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
    58. Hisar Hasibuan (14 Juni 2022). "Ini bus AKAP dengan rute terjauh di Indonesia: Naik gak kenal, turun jadi saudara". mdn.biz.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
    59. Ainul Gillang; Jermainne Tirta Dewa (25 September 2021). "PO Mitra Titian Nusantara, bus lintas empat pulau dengan trayek Bima-Merak". bantenraya.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
    60. Tangguh Yudha; Dani M. Dahwilani (17 Juni 2022). "PO bus dengan trayek terjauh di Indonesia, nomor 1 tempuh perjalanan 3.000 km selama seminggu". inews.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
    61. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2020). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.478/PIR.301/DRJD/2020 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tahun 2020". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    62. Dina Rahmawati (6 Juli 2022). "3 Rute DAMRI yang Menuju Wisata Gunung Bromo". detik.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    63. "Shuttle New DAMRI Menuju Bromo, mulai Rp39.000,-". mediacenterhpi.com. 2 September 2020. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    64. Farhan Firmansyah (31 Mei 2022). "Dukung program pariwisata nasional, DAMRI sediakan rute Gunung Bromo". terasberita.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    65. Muhammad Fathan Radityasani; Azwar Ferdian (27 Mei 2022). "DAMRI sediakan HiACe dari Malang ke Gunung Bromo, tarifnya Rp 30.000". amp.kompas.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    66. Muhammad Dhani Rahman; Wahyu Nurdiyanto (18 Oktober 2020). "Hari jadi Kota Batu, naik bus wisata Bromo atau Tuban gratis". amp.timesindonesia.co.id/. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    67. M. Sholeh; Lizya Kristanti (14 Februari 2022). "Bus DAMRI rute Kota Batu-TNBTS berhenti beroperasi". tugumalang.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
    68. Levardy (14 Juli 2020). "Tarif Rp46 ribuan, ternyata ada DAMRI rute Bandara Juanda-Bromo". juandaairport.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.

    Lihat pula

    Pranala luar

    @terminal.surabaya
    purabayabusterminal.wordpress.com

    This article is issued from Wikipedia. The text is licensed under Creative Commons - Attribution - Sharealike. Additional terms may apply for the media files.