Terminal Purabaya
Terminal Purabaya (akronim dari "Gapura Surabaya") merupakan nama sebuah prasarana umum berupa terminal penumpang tipe A terbesar di Provinsi Jawa Timur, yang terletak pada sisi selatan wilayah Kota Surabaya di Desa Bungurasih.[2] Walaupun terminal ini terletak di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, namun pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.[3] Beberapa media massa mengklaim terminal ini sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara, dikarenakan padatnya aktivitas angkutan umum dari berbagai jalur trayek yang bisa mengangkut sekitar 28.000 penumpang selama 24 jam setiap harinya.[4][5]
Terminal Purabaya | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Terminal penumpang tipe A Kode: PRB [1] | |||||||||||||||||||||
![]() Kenampakan aktivitas dari beberapa bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya, Mei 2022. | |||||||||||||||||||||
| Nama lain | Terminal Bungurasih | ||||||||||||||||||||
| Lokasi | Jalan Letjen Soetoyo, Dusun Kasian, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Kodepos 61256 | ||||||||||||||||||||
| Koordinat | 7°21′1″S 112°43′29″E | ||||||||||||||||||||
| Pemilik | |||||||||||||||||||||
| Pengelola | |||||||||||||||||||||
| Rute bus | Jawa, Madura, Bali Nustra dan Sumatra | ||||||||||||||||||||
| Penghubung antarmoda | MPU non bus, bus perkotaan bus antarkota dan angkutan KSPN | ||||||||||||||||||||
| Sejarah | |||||||||||||||||||||
| Dibuka | 11 Maret 1991 | ||||||||||||||||||||
| Operasi layanan | |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| Lokasi pada peta | |||||||||||||||||||||
![]() | |||||||||||||||||||||
Terminal Purabaya menjadi titik lintasan dan transit dari berbagai jalur trayek moda mobil penumpang umum (MPU) non bus seperti angkutan pedesaan Sidoarjo, angkutan perbatasan lintas Sidoarjo–Surabaya dan MPU antarkota. Adapun beberapa moda bus perkotaan yang beroperasi dari terminal ini antara lain seperti bus kota reguler, bus bandara, Suroboyo Bus, Trans Jatim dan Trans Semanggi Suroboyo (TBA). Sedangkan moda bus antarkota dengan berbagai tingkatan kelas layanan menghubungkan Surabaya dengan daerah kota atau kabupaten di Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara hingga Sumatera.
Sejarah dan perkembangan
Awal pembangunan
.jpg.webp)
.jpg.webp)
Pembangunan terminal ini merupakan ide dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 1982 (tertuang dalam surat persetujuan Gubernur Nomor 645.7/9605/210/82), kemudian lahir sebagai hasil perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dimana Pemerintah Kota Surabaya memperoleh status hak pengelolaan terminal. Terminal seluas 119.950 m2 ini dibangun pada tahun 1989 dan dioperasikan mulai 11 Maret 1991, dengan peresmian oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 8 April 1991. Terminal ini awalnya difungsikan untuk merelokasi bus antarkota yang sebelumnya memiliki trayek menjangkau kawasan dalam kota, seperti Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang.
Terminal Purabaya merupakan pengembangan dari Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang yang kapasitasnya sudah tidak memadai serta berada dipusat kota yang tidak memungkinkan dilakukan pengembangan. Pembangunan terminal penumpang tipe A Purabaya sudah direncanakan sejak tahun 1982 berdasarkan surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur namun baru dapat dilaksanakan pembangunan pada tahun 1989 serta diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 1991.
Sebelumnya dibangun Terminal Purabaya, pelayanan operasional angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dilakukan di tempat terpisah. Terminal Joyoboyo merupakan terminal utama di kota Surabaya yang melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), sedangkan Terminal Bratang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).[6]
Lokasi pembangunan terminal Purabaya berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada lahan dengan luas ± 120.000 m2. Dipilihnya lokasi tersebut karena mempunyai akses yang sangat baik dan strategis sebagai pintu masuk ke Kota Surabaya serta berada pada jalur keluar kota Surabaya arah timur selatan dan barat. Walaupun lokasi terminal Purabaya berada di Kabupaten Sidoarjo namun pengelolaan terminal dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut berdasarkan perjanjian kerjasama (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Pemerintah Kota Surabaya.[7]

Pembangunan gedung baru di Terminal Purabaya mengacu pada konsep convenience and care terminal (C2 Terminal), dimana fasilitas terminal setara dengan fasilitas bandar udara. Proses pembangunan tahap pertama difokuskan pada pembangunan shelter bus Bandara Juanda, ruang tunggu penumpang dan bridge connection (penghubung antara ruang tunggu dan jalur pemberangkatan bus antarkota dalam provinsi (AKDP)). Proses pembangunan tahap kedua difokuskan pada pembangunan bridge connection (jembatan penghubung ruang tunggu - jalur keberangkatan bus malam) dan gate di ruas jalur pemberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).[8]
Asal usul nama Purabaya
Terminal Purabaya merupakan terminal induk yang terletak di pinggiran barat dan selatan wilayah Kota Surabaya. Asal usul nama terminal ini merupakan ide dari Edi Sanyoto (Bupati Sidoarjo) yang disetujui oleh Poernomo Kasidi (Walikota Surabaya) pada masa periode pembangunan terminal pada tahun 1989-1991. Nama terminal ini berasal dari akronim gabungan dari kata Gapura dan Surabaya, jika digabungkan menjadi kata Purabaya (Gapura Surabaya) yang bermakna pintu gerbang Kota Surabaya. Secara administratif, kompleks bangunan terminal ini terletak di luar perbatasan kota, tepatnya berada di wilayah administrasi Desa Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut menjadikan terminal ini lebih populer dikenal dengan nama Terminal Bungurasih oleh warga Surabaya dan sekitarnya.[9]
Angkutan umum lokal
MPU non bus
.jpg.webp)
Selain moda transportasi bus perkotaan dan bus antarkota, Terminal Purabaya juga menjadi salah satu titik singgah dan lintasan dari beberapa jaringan trayek mobil penumpang umum (MPU) non bus.[10] Berdasarkan data Dishub Sidoarjo tahun 2006, terdapat 222 unit yang tersebar pada enam jalur trayek angkutan pedesaan yang menjangkau kawasan utara Kabupaten Sidoarjo seperti Kecamatan Waru dan Taman.[11] Berikut merupakan daftar jaringan trayek angkutan pedesaan yang beroperasi di terminal ini pada tahun 2006 dan 2020.[12][13] Sedangkan seluruh moda jaringan trayek angkutan perbatasan kota dan MPU antarkota yang melintasi terminal ini terkonsentrasi dari Terminal Joyoboyo, yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah di selatan kota pada Kabupaten Sidoarjo hingga Kota Malang.[14][15][16]
| No | Kode trayek | Moda | Jenis MPU | Rute perjalanan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | pedesaan | carry | Taman–Waru–Tambak Sawah | |
| 2 | pedesaan | carry | Taman–Waru–Tambak Oso | |
| 3 | pedesaan | carry | Krian–Taman–Waru | |
| 4 | MF | pedesaan | carry | Pranti–Waru–Taman (nonaktif) |
| 5 | TP | pedesaan | carry | Taman–Aloha–Pranti (nonaktif) |
| 6 | ST | pedesaan | carry | Sruni–Gedangan–Taman (nonaktif) |
| 7 | perbatasan | carry | Wonokromo–Waru–Sepanjang | |
| 8 | perbatasan | carry | W.kromo–Pagesangan–Bungurasih | |
| 9 | perbatasan | carry | Joyoboyo–Waru–Tambak Sawah | |
| 10 | antarkota | carry | Joyoboyo–Sidoarjo–Porong | |
| 12 | - | antarkota | elf/bison | Surabaya–Malang |
Banyaknya jenis moda angkutan umum yang mempunyai lintasan berhimpitan pada ruas antara Terminal Joyoboyo dengan Terminal Purabaya seringkali menimbulkan singgungan dan konflik.[17][18] Pada Agustus 2010, ratusan awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto melakukan aksi protes ke Dishub LLAJ Jawa Timur terkait adanya pelanggaran trayek yang dilakukan oleh oknum awak MPU antarkota relasi Surabaya–Malang. Hal ini disebabkan karena beberapa awak MPU berizin trayek dari Dishub Sidoarjo mengangkut penumpang pada ruas Joyoboyo–Bundaran Waru.[19] Padahal sesuai perizinan trayeknya, hanya sejumlah 80 unit MPU berizin trayek dari Dishub LLAJ Jawa Timur yang diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Joyoboyo. Sisanya, sekitar 70 unit MPU lainnya yang berizin trayek dari Dishub Sidoarjo hanya diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Purabaya saja.[20]
Di sisi lain, awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto juga pernah mempermasalahkan perizinan trayek dari MPU antarkota relasi Surabaya–Mojokerto (Lespadangan). Jalur lintasan MPU ini seharusnya hanya sampai di Terminal Purabaya saja. Tetapi karena adanya penolakan dari awak angkutan pedesaan Sidoarjo trayek HN relasi Krian–Waru, akhirnya MPU mengambil trayek bus AKDP dengan pemberhentian terakhir di Taman Ngagel Tirto.[21]
Bus perkotaan dan aglomerasi
.jpg.webp)
Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Kota Surabaya memiliki beberapa sarana angkutan umum berupa layanan bus perkotaan. Bus perkotaan ini menunjang mobilisasi antar kawasan dalam kota maupun aglomerasi Gerbangkertosusila.[22][23] Jenis-jenis bus perkotaan yang terdapat di kota ini antara lain seperti bus kota reguler, bus pemadu moda, Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, Trans Sidoarjo (nonaktif) dan Trans Jatim. Beberapa koridor dari masing-masing bus perkotaan tersebut sama-sama mempunyai titik terminus serta terkoneksi satu sama lain pada kawasan selatan kota di Terminal Purabaya.[24][25]
Bus kota reguler
.jpg.webp)
Setelah Perum DAMRI menonaktifkan layanannya sejak awal September 2022, seluruh operasional jalur trayek bus kota reguler di Surabaya kini hanya dioperasikan oleh sepuluh perusahaan otobus (PO) swasta saja.[26][27] Total jumlah unit bus tersisa yang masih beroperasi sejumlah 32 unit dari Terminal Purabaya, yang tersebar pada tiga jalur trayek berbeda. Ketiga jalur trayek tersebut masing-masing menghubungkan terminal ini dengan Terminal Bratang (jalur F) dan Jembatan Merah Plaza (JMP) (jalur F atau P5).[28][29] Diantara ketiga jalur, hanya jalur trayek P5 yang mempunyai okupansi penumpang yang lebih tinggi daripada jalur trayek bus kota reguler lainnya, terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sama-sama mempunyai tujuan akhir di JMP, jalur trayek P5 mempunyai waktu tempuh yang lebih singkat daripada koridor R1/R2 Suroboyo Bus (via Darmo) ataupun bus kota reguler jalur trayek F (via Diponegoro).[30][31]
| Nomor | Perusahaan otobus operator | Relasi perjalanan | Jumlah unit operasional | ||
|---|---|---|---|---|---|
| ekonomi | ekonomi | patas | |||
| 1 | PO Estraa Mandiri | 0 | 2 | 6 | 8 |
| 2 | PO Ladju | 0 | 0 | 7 | 7 |
| 3 | PO Akas | 3 | 1 | 1 | 5 |
| 4 | PO Mandiri | 1 | 2 | 0 | 3 |
| 5 | PO Dua Putra | 1 | 1 | 1 | 3 |
| 6 | PO Indrapura | 0 | 1 | 1 | 2 |
| 7 | PO DME | 0 | 1 | 0 | 1 |
| 8 | PO Mandala | 1 | 0 | 0 | 1 |
| 9 | PO Sabar Indah | 0 | 0 | 1 | 1 |
| 10 | PO Sari Indah | 0 | 0 | 1 | 1 |
| Jumlah unit per jalur trayek | 6 | 8 | 18 | 32 | |
| Keterangan kode trayek: [32] • • • | |||||
Bus pemadu moda
.jpg.webp)
Layanan pemadu moda dari dan ke Bandara Juanda pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya pada April 2012.[33][34] Pengadaan layanan ini adalah bentuk kerjasama PT Angkasa Pura I dengan Dishub Jatim beserta LLAJ Jawa Timur.[35][36] Sebanyak 23 unit medium bus Angkutan Khusus Bandara Juanda (AKBJ) (atau biasa disebut bus bandara) milik Perum DAMRI cabang Surabaya difungsikan pada jalur trayek Terminal Purabaya–Juanda PP.[37][38] Keberadaan layanan pemadu moda ini menjadi salah satu penyumbang utama laba usaha Perum DAMRI. Hal tersebut dibuktikan dengan besaran laba yang mencapai Rp24,1 miliar pada Semester I tahun 2012.[39][40]
Bus kota modern
.jpg.webp)
Lebih lambat dari kehadiran beberapa moda bus kota modern seperti Trans Sidoarjo (2015–2020), Suroboyo Bus (April 2018) ataupun Trans Jatim (Agustus 2022), Trans Semanggi Suroboyo baru akan menjangkau Terminal Purabaya melalui kehadiran tiga koridor terbaru pada periode tahun 2022–2023.[41] Koridor K3L direncanakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2022. Sedangkan dua koridor lainnya (K1L dan K6L) baru akan direalisasikan pada tahun 2023.[42][43][44] Rencananya sebagian unit yang akan digunakan berupa bus listrik.[45] Puluhan unit bus listrik produksi PT INKA akan dihibahkan ke Perum DAMRI cabang Surabaya untuk operasional bus kota berskema buy the service (BTS) setelah perhelatan KTT G20 di Bali selesai.[46][47]
| Moda | Koridor | Relasi perjalanan | Jumlah unit | Awal beroperasi |
|---|---|---|---|---|
| Suroboyo Bus | Purabaya–Rajawali [48][49] | 12 | 7/4/2018 | |
| Rajawali–Purabaya | ||||
| Purabaya–Tembaan [50][51] | 2 | 4/9/2018 | ||
| Trans Semanggi | Purabaya–Tanjung Perak via Darmo | 20 | 2023 | |
| Purabaya–Kenjeran Park via MERR | 17 | 2022 | ||
| Purabaya–UNAIR C via Bratang | 19 | 2023 | ||
| Trans Jatim | Porong–Purabaya–Bunder [52][53] | 22 | 19/8/2022 | |
| Porong–Purabaya–TIJ [54] | TBA | 2023 |
Bus antarkota
Kelas layanan
.jpg.webp)
Lebih dari seratus jalur trayek bus antarkota dari berbagai tingkatan kelas layanan mempunyai titik terminus ataupun jalur lintasan di Terminal Purabaya.
- Tingkatan kelas layanan bus antarkota di Terminal Purabaya
- Antarkota Dalam Provinsi (AKDP)
- Ekonomi
- Ekonomi Non AC (Boemel)
- Ekonomi AC Tarif Biasa (ATB)
- PP Patas Jatim
- Ekonomi
- Antarkota Antarprovinsi (AKAP)
- AKAP ke Jawa Tengah/Yogyakarta
- Ekonomi
- Ekonomi Non AC
- Ekonomi AC Tarif Biasa (ATB)
- Ekonomi Premium
- Cepat/Patas
- Ekonomi
- AKAP jarak jauh
- Ekonomi
- Non Ekonomi
- Bisnis
- VIP
- Eksekutif
- Super Eksekutif
- Suite Class
- Sleeper Seat
- AKAP ke Jawa Tengah/Yogyakarta
- Antarkota Dalam Provinsi (AKDP)
Daftar jalur dan operator trayek
.jpg.webp)
Jalur bus antarkota dari Terminal Purabaya yang mempunyai rute terpendek adalah trayek AKDP relasi Surabaya–Malang, yang memiliki panjang lintasan sejauh 85 km.[55][56] Sedangkan jalur bus dengan rute terpanjang adalah trayek AKAP relasi Jember–Medan. Jarak sejauh 2.839 km ini membentang pada sepuluh provinsi dari Jawa Timur di Pulau Jawa hingga Sumatera Utara di Pulau Sumatera.[57][58] Selain itu, terminal ini juga dilintasi oleh bus antarkota jalur trayek AKAP relasi Merak–Bima, yang mempunyai lintasan membentang sejauh 1.850 km. Lintasan yang dilalui menjelajahi tujuh provinsi, menyeberangi tiga selat dan menapaki empat pulau dari Jawa, Bali, Lombok hingga Sumbawa.[59][60]
| No | Rute perjalanan (PP) | Jenis trayek | Perusahaan otobus operator | Kelas layanan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Surabaya–Malang | AKDP | PO Tentrem | eko/patas |
| PO Restu | eko/patas | |||
| PO Kalisari | eko/patas | |||
| PO Medali Mas | eko/patas | |||
| PO Pelita Mas | ekonomi | |||
| PO Akas Green | ekonomi | |||
| PO Akas NR | ekonomi | |||
| PO Dana Dhasih | patas | |||
| PO Hafana | patas | |||
| PO Haz | patas | |||
| PO Laksana Anda | patas | |||
| PO Ladju | patas | |||
| PO Menggala | patas | |||
| 2 | Surabaya–Dampit | AKDP | PO Malinda | ekonomi |
| 3 | Surabaya–Malang–Blitar | AKDP | PO Tentrem | ekonomi |
| PO Medali Mas | ekonomi | |||
| PO Zena | ekonomi | |||
| 4 | Surabaya–Pare–Blitar | AKDP | PO Harapan Jaya | patas |
| PO Bagong | patas | |||
| 5 | Surabaya–Tulungagung | AKDP | PO Harapan Jaya | eko/patas |
| PO Bagong | ekonomi | |||
| 6 | Surabaya–Trenggalek | AKDP | PO Harapan Jaya | eko/patas |
| PO Pelita Indah | eko/patas | |||
| PO Bagong | ekonomi | |||
| 7 | Surabaya–Nganjuk | AKDP | PO Djoko Kendil | patas |
| 8 | Surabaya–Madiun | AKDP | PO Kalisari | patas |
| 9 | Surabaya–Magetan | AKDP | PO Sudiro Tungga Jaya | patas |
| PO Tjipto GM | patas | |||
| PO Restu | patas | |||
| 10 | Surabaya–Ponorogo | AKDP | PO Jaya Kuning | ekonomi |
| PO Jaya Putih | ekonomi | |||
| PO Restu | eko/patas | |||
| PO Neo Harapan Utama | ekonomi | |||
| PO Majoe Muda Mandiri | ekonomi | |||
| PO Madjoe | patas | |||
| PO Ponorogo Indah | patas | |||
| 11 | Malang–Ponorogo | AKDP | PO Restu | ekonomi |
| PO Akas Green | ekonomi | |||
| 12 | Surabaya–Pacitan | AKDP | PO Aneka Jaya | eko/patas |
| 13 | Surabaya–Bojonegoro | AKDP | PO Dali Mas | ekonomi |
| PO Dali Jaya | ekonomi | |||
| PO Dali Prima | ekonomi | |||
| PO Putra Mas | ekonomi | |||
| PO Bintang Mas | ekonomi | |||
| PO Bangau Mas | ekonomi | |||
| PO Margo Djoyo | ekonomi | |||
| PO Rajawali Indah | ekonomi | |||
| PO Moedah | ekonomi | |||
| PO Widji Lestari | ekonomi | |||
| 14 | Surabaya–Cepu | AKAP | PO Jaya Utama Indo | ekonomi |
| 15 | Surabaya–Purwodadi | AKAP | PO Jaya Utama Indo | ekonomi |
| 16 | Surabaya–Bondowoso | AKDP | PO Ladju | eko/patas |
| PO Anggun Krida | ekonomi | |||
| 17 | Surabaya–Situbondo | AKDP | PO Ladju | ekonomi |
| PO Akas IV | ekonomi | |||
| 18 | Surabaya–Ambulu | AKDP | PO Ladju | eko/patas |
| PO Sabar Indah | eko/patas | |||
| PO Mulia | ekonomi | |||
| 19 | Surabaya–Jember | AKDP | PO Jember Indah | patas |
| PO Ladju | eko/patas | |||
| PO Sabar Indah | eko/patas | |||
| PO Princess | patas | |||
| PO Jawa Indah Transindo | eko/patas | |||
| PO Anugerah Abadi | eko/patas | |||
| PO Borobudur | eko/patas | |||
| PO Citra Wisata Mandiri | eko/patas | |||
| PO Restu Agung Putra | eko/patas | |||
| PO Restu Agung Patrick | ekonomi | |||
| PO Restu Agung Yaffi | ekonomi | |||
| PO Restu | eko/patas | |||
| PO Tjipto II | patas | |||
| PO Kemenangan | patas | |||
| PO Kemenangan Tjipto | patas | |||
| PO Surya Gemilang | ekonomi | |||
| PO Akas NR | eko/patas | |||
| PO Mila Sejahtera | eko/patas | |||
| PO Akas Asri | eko/patas | |||
| PO Akas AAA | eko/patas | |||
| PO Akas Green | ekonomi | |||
| 20 | Surabaya–Ketapang | AKDP | Perum DAMRI | patas |
| PO Akas IV | ekonomi | |||
| 21 | Surabaya–Banyuwangi | AKDP | PO Ladju | patas |
| 22 | Surabaya–Sumenep (termasuk ke Kalianget) | AKDP | PO Akas NR | eko/patas |
| PO Indonesia Abadi/N1 | eko/patas | |||
| 23 | Sumenep–Malang | AKDP | Perum DAMRI | ekonomi |
| PO Akas Green | ekonomi | |||
| PO Pelita Mas | patas | |||
| 24 | Sumenep–Jember | AKDP | PO Akas NR | ekonomi |
| PO Akas Asri | ekonomi | |||
| 25 | Sumenep–Kalisat | AKDP | Perum DAMRI | ekonomi |
| 26 | Sumenep–Bondowoso | AKDP | PO Akas IV (via Besuki) | ekonomi |
| DAMRI (via Jember) | ekonomi | |||
| 27 | Pamekasan–P.linggo | AKDP | PO Akas IV | ekonomi |
| 28 | Sumenep–Probolinggo | |||
| 29 | Sumenep–Situbondo | PO Akas Mila Sejahtera | ekonomi | |
| 30 | Sumenep–Ketapang | |||
| 31 | Sumenep–Banyuwangi | AKDP | PO Akas Asri | ekonomi |
| 32 | Sumenep–Muncar | AKDP | PO Akas IV (via Besuki) | ekonomi |
| DAMRI (via Jember) | ekonomi | |||
| 33 | Surabaya–Tuban | AKDP | PO Sabar Indah | ekonomi |
| 34 | Surabaya–Jepara | AKAP | PO Jaya Utama Indo | eko/patas |
| 35 | Surabaya–Semarang (via Tuban) | AKAP | PO Jaya Utama Indo | eko/patas |
| PO Sinar Mandiri Mulia | eko/patas | |||
| PO Widji Lestari | eko/patas | |||
| 36 | Surabaya–Semarang (via Solo) | AKAP | PO Sugeng Rahayu | eko/ekse |
| PO Eka | eksekutif | |||
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| PO Safari Dharma Raya | eksekutif | |||
| 37 | Surabaya–Semarang (via Cepu) | AKAP | PO Putra Mandiri | patas |
| 38 | Surabaya–Wonogiri | AKAP | PO Sugeng Rahayu | ekonomi |
| 39 | Surabaya–Yogyakarta | AKAP | PO Mira | ekonomi |
| PO Sumber Selamat | ekonomi | |||
| PO Sugeng Rahayu | eko/ekse | |||
| PO Eka | eksekutif | |||
| PO Rosalia Indah | eksekutif | |||
| 40 | Jember–Yogyakarta | AKAP | PO Mila Sejahtera | patas |
| 41 | Surabaya–Magelang | AKAP | PO Eka | eksekutif |
| 42 | Surabaya–Temanggung | AKAP | PO Safari Dharma Raya | eksekutif |
| 43 | Malang–Temanggung | AKAP | PO Safari Dharma Raya | eksekutif |
| 44 | Surabaya–Purwokerto (termasuk lintas: a. Gombong; ataupun b. Wonosobo.) | AKAP | PO Sugeng Rahayu | eko/ekse |
| PO Eka | eksekutif | |||
| PO Rosalia Indah | eksekutif | |||
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| 45 | Surabaya–Bobotsari | AKAP | PO Eka | eksekutif |
| PO Sugeng Rahayu | eksekutif | |||
| 46 | Surabaya–Bumiayu | AKAP | PO Eka | eksekutif |
| PO Sugeng Rahayu | eksekutif | |||
| 47 | Malang–Purwokerto | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| 48 | Jember–Purwokerto | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 49 | Surabaya–Banjarnegara | AKAP | PO Eka | eksekutif |
| PO Sugeng Rahayu | eksekutif | |||
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| 50 | Surabaya–Cilacap | AKAP | PO Eka | eksekutif |
| PO Sugeng Rahayu | eksekutif | |||
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| 51 | Malang–Cilacap | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| 52 | Jember–Cilacap | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 53 | Malang–Tegal | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 54 | Jember–Tegal | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 55 | Surabaya–Cirebon | AKAP | PO Sabar Subur | eksekutif |
| 56 | Malang–Cirebon | AKAP | PO Ezri | eksekutif |
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| PO Medali Mas | eksekutif | |||
| PO Putra Dewantara Ayu | eksekutif | |||
| 57 | Probolinggo–Cirebon | AKAP | PO Harapan Kita N1/NR | ekonomi |
| 58 | Sumenep–Cirebon | AKAP | PO Indonesia Abadi N1 | ekonomi |
| PO Akas Mila Sejahtera | ekonomi | |||
| 59 | Surabaya–Kuningan | AKAP | PO Sugeng Rahayu | eksekutif |
| 60 | Jember–Kuningan | AKAP | PO Harapan Kita N1/NR | ekonomi |
| 61 | Surabaya–Indramayu | AKAP | PO Sugeng Rahayu | eksekutif |
| 62 | Surabaya–Bandung (termasuk ke: a. Leuwipanjang; ataupun b. Cimahi.) | AKAP | PO Bandung Express | eksekutif |
| PO Kramat Djati | eksekutif | |||
| PO Pahala Kencana | eksekutif | |||
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Kym Trans | eksekutif | |||
| PO Eka | eksekutif | |||
| 63 | Surabaya–Tasikmalaya | AKAP | PO Mandala | ekonomi |
| 64 | Surabaya–Bandung (via Tasikmalaya) | AKAP | PO Mandala | ekonomi |
| PO Sugeng Rahayu | eksekutif | |||
| 65 | Malang–Bandung | AKAP | PO Kramat Djati | eksekutif |
| PO Pahala Kencana | eksekutif | |||
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Medali Mas | eksekutif | |||
| PO Haryanto | eksekutif | |||
| PO 27Trans Java | eksekutif | |||
| 66 | Sumenep–Bandung | AKAP | PO Pahala Kencana | eksekutif |
| PO Haryanto | eksekutif | |||
| 67 | Sumenep–Sukabumi | AKAP | PO Haryanto | eksekutif |
| 68 | Surabaya–Jakarta (termasuk ke: a. Bekasi; b. Depok; c. Tangerang; d. Bogor; ataupun e. Ciawi.) | AKAP | PO Sari Indah | eksekutif |
| PO Mawar | eksekutif | |||
| PO Pahala Kencana | eksekutif | |||
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Kramat Djati | eksekutif | |||
| PO Safari Dharma Raya | eksekutif | |||
| PO Lorena-Karina | eksekutif | |||
| Rosalia Indah | eksekutif | |||
| Perum DAMRI | eksekutif | |||
| PO Haryanto | eksekutif | |||
| PO Sinar Jaya | eksekutif | |||
| PO Harapan Jaya | eksekutif | |||
| PO Kym Trans | eksekutif | |||
| PO Pandawa 87 | eksekutif | |||
| 69 | Malang–Jakarta | AKAP | PO Pahala Kencana | eksekutif |
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Kramat Djati | eksekutif | |||
| PO Safari Dharma Raya | eksekutif | |||
| PO Lorena-Karina | eksekutif | |||
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| PO Rosalia Indah | eksekutif | |||
| PO Medali Mas | eksekutif | |||
| PO Haryanto | eksekutif | |||
| PO Sinar Jaya | eksekutif | |||
| Perum DAMRI | eksekutif | |||
| PO 27Trans Java | eksekutif | |||
| PO Harapan Jaya | eksekutif | |||
| PO Juragan 99 | eksekutif | |||
| 70 | Sumenep–Jakarta | AKAP | PO Pahala Kencana | eksekutif |
| PO Kramat Djati | eksekutif | |||
| PO Lorena-Karina | eksekutif | |||
| PO Haryanto | eksekutif | |||
| PO Sinar Jaya | eksekutif | |||
| PO Mitra Titian Nusantara | eksekutif | |||
| PO Tjipto GM | eksekutif | |||
| PO Almuna Trans | eksekutif | |||
| 71 | Jember–Jakarta | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| PO Pahala Kencana | eksekutif | |||
| PO Kramat Djati | eksekutif | |||
| PO Safari Dharma Raya | eksekutif | |||
| PO Lorena-Karina | eksekutif | |||
| PO Rosalia Indah | eksekutif | |||
| 72 | Bondowoso–Jakarta | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| 73 | Banyuwangi–Jakarta | AKAP | PO Pahala Kencana | eksekutif |
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Lorena-Karina | eksekutif | |||
| Perum DAMRI | eksekutif | |||
| PO Pandawa 87 | eksekutif | |||
| 74 | Surabaya–Merak | AKAP | PO Gunung Harta | eksekutif |
| PO Rosalia Indah | eksekutif | |||
| PO Harapan Jaya | eksekutif | |||
| 75 | Malang–Merak | AKAP | PO Medali Mas | eksekutif |
| 76 | Sumenep–Merak | AKAP | PO Madu Kismo | eksekutif |
| 77 | Jember–Merak | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 78 | Banyuwangi–Merak | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| 79 | Surabaya–Singaraja | AKAP | PO Menggala | eksekutif |
| PO Puspa Sari | eksekutif | |||
| PO Wisata Komodo | eksekutif | |||
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| 80 | Surabaya–Denpasar (termasuk ke: a. Ubung; b. Bangli; ataupun c. Padangbai.) | AKAP | PO Restu Mulya | eksekutif |
| PO Wisata Komodo | eksekutif | |||
| PO Akas IV | eksekutif | |||
| PO Jawa Indah | eksekutif | |||
| PO Bali Trans | eksekutif | |||
| PO Gunung Harta | eksekutif | |||
| PO Pahala Kencana | eksekutif | |||
| PO Mitra Titian Nusantara | eksekutif | |||
| 81 | Malang–Denpasar | AKAP | PO Medali Mas | eksekutif |
| PO Santoso | eksekutif | |||
| PO Sarwonadhi Trans | eksekutif | |||
| 82 | Bojonegoro–Denpasar | AKAP | PO Setiawan | eksekutif |
| PO Angkasa Trans | eksekutif | |||
| PO Sarwonadhi Trans | eksekutif | |||
| 83 | Cepu–Denpasar | AKAP | PO Angkasa Trans | eksekutif |
| 84 | Sumenep–Denpasar | AKAP | PO Setiawan | eksekutif |
| PO Bali Perdana | eksekutif | |||
| PO Restu Mulya | eksekutif | |||
| PO MTrans | eksekutif | |||
| 85 | Kediri–Denpasar | AKAP | PO Setiawan | eksekutif |
| 86 | Magetan–Denpasar | AKAP | PO MTrans | eksekutif |
| 87 | Ponorogo–Denpasar | AKAP | PO MTrans | eksekutif |
| 88 | Wonogiri–Denpasar | AKAP | PO MTrans | eksekutif |
| 89 | Yogyakarta–Denpasar | AKAP | PO MTrans | eksekutif |
| 90 | Cirebon–Denpasar | AKAP | PO Sarika Express | eksekutif |
| 91 | Bandung–Denpasar | AKAP | PO Jawa Indah | eksekutif |
| 92 | Jakarta–Denpasar | AKAP | PO Mitra Titian Nusantara | eksekutif |
| PO Jawa Indah | eksekutif | |||
| 93 | Jakarta–Bima | AKAP | PO Tiara Mas | eksekutif |
| PO Titian Mas | eksekutif | |||
| PO Rasa Sayang | eksekutif | |||
| PO Dunia Mas | eksekutif | |||
| PO Safari Dharma Raya | eksekutif | |||
| PO Langsung Indah | eksekutif | |||
| 94 | Merak–Bima | AKAP | PO Mitra Titian Nusantara | eksekutif |
| 95 | Surabaya–Lampung | AKAP | PO Pahala Kencana | eksekutif |
| 96 | Surabaya–Muara Enim | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 97 | Surabaya–Palembang | AKAP | PO Harapan Jaya | eksekutif |
| 98 | Jember–Palembang | AKAP | PO Rosalia Indah | eksekutif |
| 99 | Malang–Jambi | AKAP | PO Lorena-Karina | eksekutif |
| PO Handoyo | eksekutif | |||
| 100 | Malang–Padang | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| 101 | Surabaya–Pekanbaru | AKAP | PO Handoyo | eksekutif |
| 102 | Surabaya–Medan | AKAP | PO Antar Lintas Sumatera | eksekutif |
| 103 | Malang–Medan | AKAP | PO Antar Lintas Sumatera | eksekutif |
| 104 | Jember–Medan | AKAP | PO Antar Lintas Sumatera | eksekutif |
| • • • | • • dan lain sebagainya. | |||
Angkutan wisata KSPN
.jpg.webp)
Guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Ditjen Hubdat Kemenhub RI bersama Perum DAMRI menyediakan layanan angkutan wisata dari Kota Surabaya menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Oktober 2020. [61][62] Perum DAMRI cabang Malang pun ditunjuk menjadi operator layanan tersebut di kota ini dengan melayani relasi perjalanan Stasiun Pasar Turi–Sukapura via Tol Probolinggo, dengan salah satu titik penjemputan penumpangnya di Terminal Purabaya.[63][64] Jenis kendaraan yang digunakan berupa mikrobus sasis Toyota HiAce berkapasitas enam belas penumpang.[65] Sebelumnya Perum DAMRI juga pernah mengoperasikan layanan serupa yang melintasi terminal ini dengan relasi perjalanan Batu–Wali Limo (Tuban) dan Juanda–Tosari, namun sudah tidak dioperasikan lagi.[66][67][68]
Galeri
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
Referensi
Catatan bawah
Referensi
- Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2018). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.5520/AJ.104/DRJD/2018 tentang Penetapan Kode Terminal Penumpang Tipe A". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2022.
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Surabaya (2014). "Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034". jdih.surabaya.go.id. Diakses tanggal 27 September 2022.
- Defrendi Dwi Indarto; Endang Indartuti; Achluddin Ibnu Rochim (2018). "Sistem pengelolaan di Terminal Purabaya (Studi kasus di UPTD Terminal Purabaya)". Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
- Muhamad Fadli Ramadan; Dani M. Dahwilani (12 September 2022). "Purabaya terminal bus tersibuk di Indonesia dan Asia Tenggara, sehari layani 28.000 penumpang". inews.id. Diakses tanggal 5 Oktober 2022.
- Fahmi (13 September 2022). "Melihat Terminal Bus Purabaya, tersibuk di Indonesia dan Asia Tenggara, sehari layani 28.000 penumpang". beritatrans.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2022.
- "DISHUB SURABAYA". dishub.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2020-04-14.
- "Profil Terminal". Terminal Purabaya (dalam bahasa Inggris). 2009-12-02. Diakses tanggal 2020-04-14.
- Amiruddin, M.T. (2010). "Konflik Kewenangan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya" (PDF). Diakses tanggal 15 April 2020.
- Asijah (2010). "Kerjasama Antar Daerah Studi Tentang Pengelolaan Terminal Purabaya-Bungrasih". Repository Unair. Diakses tanggal 2022-01-06.
- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo (2018). "Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo". sidoarjokab.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Dadang Supriyatno; Ari Widayanti (2015). "Evaluasi kinerja angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo". Jurnal Transportasi. 15 (1).
- Nashrul (2014). "Info trayek angkutan di Sidoarjo". Wisata Sidoarjo. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Hammam Rofiqi Agustapraja (2021). "Analisis kinerja angkutan umum di Terminal Larangan, Sidoarjo". Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi. 7 (2): 194–206.
- Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2015). "Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Izin Penyelenggaraan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
- Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Rizky Janu (2 Desember 2017). "Siapkan bus lewati frontage, layani rute Purabaya–Joyoboyo". jawapos.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
- Sub Dinas Teknik Sarana dan Prasarana DLLAJ Provinsi Jawa Timur (2006). "Gambaran problematika transportasi angkutan umum di kawasan Surabaya Metropolitan Area". Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
- Satwika Rumeksa (9 Agustus 2010). "Massa awak bus mini Mojokerto-Surabaya sweeping bison". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
- Ignatius Sawabi (9 Agustus 2010). "Awak "bus ijo" turunkan paksa penumpang". amp.kompas.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
- "Bus hijau ancam demo". surabaya.tribunnews.com. 28 Juli 2010. Diakses tanggal 3 Oktober 2022.
- Dipo Wahjoeono Hariyono; Wahyu Prawesthi (2015). "Penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum di Surabaya". Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTransLog). 2 (2): 177–190.
- M. Sholahuddin (27 April 2022). "Ini saran pakar untuk mengatur transportasi publik di Kota Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Aisyah Salma Izzatunnisa; Panji Prayitno (11 Agustus 2022). "Daftar transportasi umum di Surabaya lengkap dengan rutenya". liputan6.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Dhifa NA (16 Juni 2022). "Revitalisasi transportasi umum di Surabaya untuk menunjang mobilitas masyarakat". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Febrianto Ramadani; Ndaru Wijayanto (5 September 2022). "Bus DAMRI di Terminal Purabaya berhenti beroperasi mulai 1 September 2022". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Dhimas Ginanjar (7 September 2022). "Tiga trayek bus DAMRI di Surabaya ditutup". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Dhimas Ginanjar; Dipta Wahyu (26 September 2022). "Pengin cepat naik P-5, tidak terburu-buru bisa pilih Suroboyo Bus". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Dwi Muryanto; Rudy Santosa; Veronika Nugraheni Sri Lestari (2019). "Kajian demand bis kota trayek F terhadap rencana penerapan trem koridor utara selatan Kota Surabaya". Spirit Pro Patria. 5 (2): 118–135.
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (2005). "Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2005 tentang Tarif Dasar Angkutan Penumpang Bus Kota Kelas Ekonomi Menggunakan Mobil Bus Umum di Propinsi Jawa Timur" (PDF). jdih.mkri.id. Diakses tanggal 27 September 2022.
- Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (28 Maret 2012). "Akhir April, bus pemadu moda beroperasi". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- PT Angkasa Pura I (2010). "Analisis Permintaan Pelayanan Taksi Argometer di Bandar Udara Juanda Surabaya". Surabaya. hlm. 40.
- Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (29 April 2011). "Bus pemadu moda, PT AP I Juanda minta kaji ulang". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Angghraz Febri Samudr (2018). "Kontribusi kualitas layanan dan fasilitas kendaraan terhadap kepuasan pengguna jasa transportasi bus DAMRI trayek Bandara Juanda-Bungurasih". Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN). 1 (2): 29–36.
- Septin Aukhaina Yuslika; Eva Hany Fanida (2016). "Efektivitas pelayanan transportasi di Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Surabaya (Studi kasus pada bus DAMRI angkutan pemadu moda rute Gresik – Bandara Juanda pulang pergi)". Kajian Manajemen Pelayanan Publik. 4 (4).
- PT Angkasa Pura I (2022). "Transportasi Publik Bus DAMRI Bandar Udara Internasional Juanda". juanda-airport.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Arif Gunawan Sulistyono; Berliana Elisabeth S.; Novita Sari Simamora (14 September 2012). "Angkutan Pemadu Moda: Laba DAMRI dipasok angkutan bandara". bisnis.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022.
- Moch. Ihsan Hidayatullah; Misbahuddin Azzuhri (2013). "Perumusan strategi Perum DAMRI Unit Bus Kota Surabaya, dalam rangka menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan keunggulan kompetitif". Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.
- Ambrosius Harto; Agnes Swetta Pandia (6 November 2021). "Embus hidup Suroboyo Bus". kompas.id. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2022). "Kajian pengembangan rute Feeder penunjang Buy The Service tahun 2022". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
- Suharto; Djoko Setijowarno; Nyono (24 November 2021). "Webinar pengembangan angkutan massal berbasis jalan dengan skema BTS di kawasan perkotaan Surabaya". Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
- Manda Roosa (29 Desember 2021). "104 Unit bus Trans Semanggi Suroboyo resmi beroperasi di 6 rute". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Bobby Constantine Koloway; Dwi Prastika (29 Desember 2021). "Sejumlah Trans Semanggi Suroboyo akan gunakan bus listrik, ada fasilitas ramah difabel sampai CCTV". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Yanuar Riezqi Yovanda; Hendra Gunawan (30 September 2022). "PT INKA siapkan 53 bus listrik buat operasional DAMRI di dua kota". tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Heri Purnomo (30 September 2022). "Bus listrik INKA bakal wara-wiri di Surabaya dan Bandung". economy.okezone.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022.
- Artika Rachmi Farmita; Juli Hantoro (7 April 2018). "Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini luncurkan Suroboyo Bus". nasional.tempo.co. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Abdul Hakim; Slamet Hadi Purnomo (7 April 2018). "Risma resmi luncurkan Suroboyo Bus". jatim.antaranews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Pipit Maulidiya; Eben Haezer Panca (4 September 2018). "Mulai besok 'bus tumpuk' mulai beroperasi di Surabaya. Ini rutenya". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Ikrom Zain (1 November 2021). "Melayang di atas jalanan Surabaya dari dalam Suroboyo Bus Tumpuk (SBT)". ikromzain.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- M. Taufik; Deddy Humana (19 Agustus 2022). "Layani Sidoarjo-Surabaya-Gresik, 20 armada bus Trans Jatim koridor 1 digratiskan di pekan pertama". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- M. Sholahuddin (22 Agustus 2022). "Gratis seminggu, warga beramai-ramai naik bus Trans Jatim". jawapos.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Faiq Azmi (5 September 2022). "Bus Trans Jatim lanjut koridor II-III diproyeksi tahun 2023, simak rutenya". detik.com. Diakses tanggal 9 November 2022.
- Friska Rahayu Ratnasari; Andi Syaiful; Samin (2016). "Studi evaluasi kinerja bus ekonomi PO. Restu rute Malang - Surabaya". Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang.
- Septian Deny (13 Mei 2019). "Lewat tol, waktu tempuh Surabaya ke Malang kini cuma 1 jam". liputan6.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
- "Bus dengan trayek terjauh di Indonesia, jarak tempuh hampir 3.000 km". detik.com. 14 Juni 2022. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
- Hisar Hasibuan (14 Juni 2022). "Ini bus AKAP dengan rute terjauh di Indonesia: Naik gak kenal, turun jadi saudara". mdn.biz.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
- Ainul Gillang; Jermainne Tirta Dewa (25 September 2021). "PO Mitra Titian Nusantara, bus lintas empat pulau dengan trayek Bima-Merak". bantenraya.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
- Tangguh Yudha; Dani M. Dahwilani (17 Juni 2022). "PO bus dengan trayek terjauh di Indonesia, nomor 1 tempuh perjalanan 3.000 km selama seminggu". inews.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2020). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.478/PIR.301/DRJD/2020 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tahun 2020". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Dina Rahmawati (6 Juli 2022). "3 Rute DAMRI yang Menuju Wisata Gunung Bromo". detik.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- "Shuttle New DAMRI Menuju Bromo, mulai Rp39.000,-". mediacenterhpi.com. 2 September 2020. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Farhan Firmansyah (31 Mei 2022). "Dukung program pariwisata nasional, DAMRI sediakan rute Gunung Bromo". terasberita.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Muhammad Fathan Radityasani; Azwar Ferdian (27 Mei 2022). "DAMRI sediakan HiACe dari Malang ke Gunung Bromo, tarifnya Rp 30.000". amp.kompas.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Muhammad Dhani Rahman; Wahyu Nurdiyanto (18 Oktober 2020). "Hari jadi Kota Batu, naik bus wisata Bromo atau Tuban gratis". amp.timesindonesia.co.id/. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- M. Sholeh; Lizya Kristanti (14 Februari 2022). "Bus DAMRI rute Kota Batu-TNBTS berhenti beroperasi". tugumalang.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
- Levardy (14 Juli 2020). "Tarif Rp46 ribuan, ternyata ada DAMRI rute Bandara Juanda-Bromo". juandaairport.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022.
Lihat pula
Pranala luar
@terminal.surabaya
purabayabusterminal.wordpress.com
.jpg.webp)

.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)
.jpg.webp)


