Lokomotif D50
Semakin meningkatnya volume barang dan penumpang yang akan diangkut di jalur kereta api rute Bogor – Bandung – Banjar, maka perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) membeli lokomotif uap D50. SS membeli lokomotif D50 dibeli sebanyak 42 buah dari 4 pabrik yang berbeda yaitu SLM/Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur (Swiss), Hanomag (Jerman), Hartmann (Jerman) dan Werkspoor (Belanda). Lokomotif D50 didatangkan pada tahun 1914, 1915 dan 1921.[1]
![]() Tampak lokomotif D5011 di sebelah kanan di Taman Mini Indonesia Indah, 2002. | |
| Data teknis | |
|---|---|
| Sumber tenaga | Uap |
| Produsen | Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik Winterthur (Swiss), Hanomag (Jerman), Hartmann (Jerman) dan Werkspoor (Belanda). |
| Nomor seri | D50 / SS 900 |
| Model | Mikado |
| Tanggal dibuat | 1914, 1915, dan 1921. |
| Jumlah dibuat | 42 unit |
| Spesifikasi roda | |
| Notasi Whyte | 2-8-0 |
| Susunan roda AAR | 1-D |
| Klasifikasi UIC | 1D |
| Dimensi | |
| Lebar sepur | 1.067 mm |
| Diameter roda | mm |
| Panjang | 17,524 mm |
| Lebar | 2,700 mm |
| Tinggi maksimum | 3,780 mm |
| Berat | |
| Berat kosong | 51,7 ton |
| Bahan bakar | |
| Jenis bahan bakar | Kayu jati, Batubara, Minyak Residu |
| Sistem mesin | |
| Kinerja | |
| Kecepatan maksimum | 80 km/j |
| Daya mesin | 700 hp |
| Lain-lain | |
| Rem kereta | Rem Udara tekan, Rem Manual |
| Jenis suling/klakson lokomotif | ALCO Nathan 5 Chime |
| Karier | |
| Perusahaan pemilik | Pemilik Asli: Staatsspoorwegen |
| Daerah operasi | Pulau Jawa |
| Unit yang dilestarikan | D5011 |
| Pemilik sekarang | PT.Kereta Api Indonesia |
Lokomotif D50 juga digunakan untuk menarik kereta Eendaagsche Expres (expres siang) pada rute Bandung – Banjar. Lokomotif uap D50 mengganti peran lokomotif uap C30 untuk menarik kereta Eendaagsche Expres. Kereta Eendaagsche Expres diresmikan 1 November 1929. Pada tahun 1939, Eendaagsche Express mempersingkat perjalanan rute Bandung – Yogyakarta – Surabaya menjadi 11 jam. Lokomotif ini juga dioperasionalkan pada rute Bandung – Purwakarta – Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi kereta api di Sumatra Selatan, maka 4 buah lokomotif D50 milik SS dipindah dari Jawa ke Sumatra Selatan.
Selain SS, perusahaan kereta api Zuid Soematera Spoorwegen (ZSS) juga membeli lokomotif D50. ZSS membeli 11 lokomotif D50 dari 2 pabrik yang berbeda. 5 lokomotif D50 didatangkan pada tahun 1925 dari pabrik Hartmann (Jerman) dan 6 lokomotif D50 didatangkan pada tahun 1926 dari pabrik Hanomag (Jerman). ZSS membeli lokomotif D50 untuk menarik kereta barang batubara di Sumatra Selatan. Kegiatan ekplorasi batubara di Sumatra Selatan di mulai pada tahun 1895. Tercatat juga ada 4 lokomotif D50 milik SS dipindahkan dari Pulau Jawa menuju Provinsi Sumatra Selatan untuk membantu kegiatan angkutan batu bara dan penumpang,
Dari 42 unit D50, saat ini hanya tersisa 1 unit, yakni D5011 yang disimpan di Museum Transportasi TMII, Jakarta.
Galeri
Lokomotif D5011 menyebrangi perlintasan (PJL geser 3A-3B) di Yogyakarta membawa rombongan Brigade T dari bagian Agresi Militer II.
D5011 sedang stabling dengan para prajurit KNIL yang sedang berpose didepannya.
Lokomotif D5031 di Stasiun Sidareja(?).
Lihat pula
Daftar Referensi
- Bagus Prayogo, Yoga; Yohanes Sapto, Prabowo; Radityo, Diaz (2017). Kereta Api di Indonesia. Sejarah Lokomotif di Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher. hlm. 101. ISBN 978-602-0818-55-9.
.jpg.webp)

